Breaking News:

Berita Merangin

Tahun 2021 Kasus Stunting di Merangin Turun Jadi 3,49 Persen

angka stunting di Kabupaten Merangin mengalami penurunan menjadi 3,49 persen dari tahun 2020 lalu di angkat 7.01 persen.

Darwin Sijabat
Sekda Merangin Fajarman 

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Pada tahun 2021, angka stunting di Kabupaten Merangin mengalami penurunan menjadi 3,49 persen dari tahun 2020 lalu di angkat 7.01 persen.

Angka itu dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Merangin, Fajarman berdasarkan sumber data dari Elekronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM).

Pada Pertemuan publikasi hasil pengukuran pertumbuhan dan perkembangan balita Berbasis EPPGBM 2021 itu dikatakan Fajarman bahwa setiap tahunnya mengalami penurunan.

Disebutkannya, berdasarkan data dari Riskesdas 2018, angka stunting di Kabupaten Merangin 35,0 persen.

Kemudian berdasarkan data dari SGGBI (Studi Status Gizi Balita Indonesia) pada 2019 angka stunting di Kabupaten Merangin menurun 26 persen.

Selanjutnya pada tahun 2020 kembali terjadi penurunan hingga di angka 7,01 persen.

"Penurunan ini tejadi setelah Kabupaten Merangin mengoptimalkan efektivitas pelaksanaan intervensi penurunan stunting secara terintegrasi," ujarnya, Senin (22/11/2021).

Menurutnya, upaya penurunan stunting bukan menjadi tugas dan tanggungjawab Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis rumpun bidang kesehatan saja. Tetapi merupakan tugas dari berbagai pemangku kepentingan.

Pemangku kepentingan itu tegas Sekda, baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, Lintas OPD dalam Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Desa, pihak swasta, bahkan masyarakat.

‘’Pengorganisasian merupakan unsur manajemen yang penting untuk memberikan arah, sehingga intervensi penurunan stunting terintegrasi bisa berjalan dengan baik, mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan serta evaluasi berikut reviu kinerja," jelas Sekda.

Ditegaskannya, bahwa Pemerintah Kabupaten Merangin pada tahun 2021 telah melakukan upaya penurunan dan pencegahan stunting. Diantaranya melalui aksi konvergensi intervensi penurunan stunting dari delapan aksi konvergensi telah dilaksanakan aksi satu sampai dengan aksi tujuh.

‘’Selanjutnya akan diselenggarakan aksi delapan. Saya yakin EPPGBM serta analisis Master Ansit cakupan layanan intervensi akan tercapai percepatan penurunan stunting di Kabupaten Merangin," tegas Sekda.

Dengan pengukuran dan publikasi angka stunting dapat diketahui prevalensi stunting terkini untuk memperkuat komitmen Pemerintah Daerah dan masyarakat dalam gerakan pencegahan dan penurunan stunting Kabupaten Merangin.

Baca juga: Tarik Minat Masyarakat, Polsek Lembah Masurai Merangin Gelar Vaksinasi Berhadiah

Baca juga: Pemkab Merangin Tidak Tahu Ketersediaan Jumlah Tabung Gas LPG 3 Kg Jelang Nataru 2022

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved