Breaking News:

Alasan Pemkab Batanghari Pilih Desa Danau Embat Jadi Kampung KB Percontohan

Desa Danau Embat, Maro Sebo Ilir, Kabupaten Batanghari ditetapkan sebagai kampung KB percontohan.

Penulis: A Musawira | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Musawira
Zulkifli Kepala Bidang Keluarga Berencana, Advokasi dan Penggerakan, Dinas PPKBP3A Kabupaten Batanghari. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN-Desa Danau Embat, Maro Sebo Ilir, Kabupaten Batanghari ditetapkan sebagai kampung KB percontohan.

Kepala Bidang Keluarga Berencana, Advokasi dan Penggerakan, Dinas PPKBP3A Kabupaten Batanghari, Zulkifli mengungkapkan di Kabupaten Batanghari setidaknya ada 22 Kampung KB.

Dalam program bangga kencana, Desa Danau Embat awalnya termasuk yang masih rendah, tetapi begitu dicanangkan di kampung KB kegiatan di sana semakin optimal. 

Bahkan satu di antara kelompok, kegiatannya langsung dievaluasi di tingkat nasional dan bisa masuk kategori juara di tingkat nasional.

“Kadernya bergerak makanya kita tetapkan Desa Danau Embat kampung KB percontohan. Program yang dilakukan BKKBN pusat ini merupakan kegiatan konkuren, yaitu dilakukan oleh pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten,” kata Zulkifli Kepala Bidang Keluarga Berencana, Advokasi dan Penggerakan, Dinas PPKBP3A Kabupaten Batanghari, Minggu (21/11/2021).

Saat ini BKKBN pusat sedang menjalani program yang dinamai bangga kencana. Program Bangga Kencana meliputi pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana. Ia berujar di dalam bangga kencana tersebut ada pula program kampung KB dan program peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Kabupaten dan kota hanya dapat menggerakan para OPD untuk bersama-sama melakukan pembangunan di satu desa yang sudah ditetapkan sebagai kampung KB,” katanya.

Baca juga: Tim Gabungan Polda Jambi Tangkap Ledi Azwar Otak Kaburnya 24 Tahanan Polres Batanghari

Dinas PPKBP3A kata Zulkifli hanya sebagai motivator bagi OPD lain untuk melakukan pelaksanaan pembangunan di desa kampung KB tersebut sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing dari OPD.

Masing-masing kecamatan dalam Kabupaten Batanghari jumlah yang ditetapkan sebagai Kampung KB setiap kecamatan bervariasi ada yang empat desa satu kecamatan, ada yang tiga dan ada yang hanya dua desa.

“Pembinaan untuk Kampung KB dari 2016 lalu, kita sudah menggerakan OPD-OPD menggunakan dana yang disalurkan dari pemerintah pusat. Jadi kita hanya memfasilitasi OPD untuk melakukan pertemuan di desa kampung KB tersebut serata mereka menyampaikan programnya yang bisa dikoneksikan kepada masyarakat,” ucapnya.

OPD tersebut. lanjut Zulkifli tidak bisa langsung membuat program di desa tersebut sebelum masyarakat desa menyambut, jadi setelah OPD menyampaikan, masyarakat desa harus menyambut maka terjadi konektivitas dan program tersebut bisa berjalan.

Baca juga: Setelah Sepekan Terendam Banjir Akibat Luapan Sungai Batanghari, Begini Kondisi 7 Desa di Batanghari

“Tahun ini pelaksanaan pembinaannya kita anggap sudah tuntas, karena semua OPD sudah menyampaikan di desa tersebut. Pada tahun ini lebih kepada finalisasi kegiatan yang kita harapkan semua desa membuat rapat kerja masyarakat,” katanya.

“Kita fasilitiasi juga dari dana DAK kita beri mereka kegiatan melakukan pertemuan dan menyusun rencana kerja masyarakat, kita fasilitasi melalui pokja kampung KB desa dan saat ini dalam penyusunan,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved