Breaking News:

Setelah Sepekan Terendam Banjir Akibat Luapan Sungai Batanghari, Begini Kondisi 7 Desa di Batanghari

Setelah sepekan sempat mengalami kenaikan, kini debit air Sungai Batanghari mulai berangsur surut.

Penulis: A Musawira | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Musawira
Sungai Batanghari setelah sepekan sempat mengalami kenaikan, kini debit air mulai berangsur surut. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN- Setelah sepekan sempat mengalami kenaikan, kini debit air Sungai Batanghari mulai berangsur surut.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Batanghari, Dwi Indra Cahyono pada Jumat (19/11/2021).

Menururnya data yang dihimpun dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Batanghari pada Jumat (12/11/2021) lalu ada tujuh desa yang saat itu terkena banjir

Di antaranya Kecamatan Muara Bulian di Kelurahan Pasar Baru. Kecamatan Maro Sebo Ulu di Desa Batu Sawar dan Desa Kembang Paseban. Kecamatan Muara Tembesi di Kelurahan Pasar Tembesi dan Desa Rantau Kapas Mudo. Kecamatan Mersam di Desa Benteng Rendah serta Kecamatan Maro Sebo Ilir di Desa Danau Embat.

Akibat dari luapan sungai itu perumahan warga, lahan pertanian dan jalan-jalan desa terendam air.

BPBD Batanghari selama sepekan tersebut telah menerima data dengan total 1.069 jiwa yang terdampak.

Baca juga: Masih Kurang Rp 32 Miliar, Tersisa Dua Bulan Lagi Pemkab Batanghari Kejar Target PAD

Namun berdasarkan hasil pengamatan pihaknya ada sebanyak 16 desa dan kelurahan yang juga terendam banjir.

Dikatakan dia kondisi saat ini, sungai dalam keadaan normal dan sudah berangsur surut, masyarakat diharapkan sudah bisa melakukan aktivitasnya kembali. 

Namun masyarakat harus melakukan pembersihan di lingkungan terutama di selokan, mungkin ada sampah yang tersumbat.

“Kita melakukan koordinasi ditingkat kecamatan, desa serta kelurahan. Kita sudah membuka call center apabila terjadi bencana di lapangan. Jika ada mendapatkan laporan akan ada Tim Reaksi Cepat untuk segera melakukan tindakan penananganan,” katanya.

Baca juga: Resmi, Polres Batanghari Terbitkan DPO 11 Tahanan Yang Kabur dari LPKA Muara Bulian

Pihaknya mengimbau masyarakat khususnya warga yang tinggal di daerah rawan bencana, ia harapkan bisa bekerjasama dan mari bergotong royong membersihkan sampah-sampah yang ada di bantaran sungai.

“Jangan membuang sampah sembarangan, menjaga pola hidup bersih dan sehat disetiap lingkungannya masing-masing, untuk bisa menerapkan budaya gotong royong di desa dan kelurahan setempat,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved