Berita Batanghari

Warga Batanghari Tewas Ditembak, Polisi Jemput 4 Kecepek dari Warga Maro Sebo Ulu

Polisi menjemput senjata api rakitan atau kecepek yang dimiliki warga Maro Sebo Ulu. Hal itu setelah ada kejadian penembakan hingga buat warga tewas

Penulis: A Musawira | Editor: Rahimin
tribunjambi/musawira
Polisi dan TNI serta Forkopincam Kecamatan Maro Sebo Ulu itu menerimasenjata api rakitan dari warga. Warga Batanghari Tewas Ditembak, Polisi Jemput 4 Kecepek dari Warga Maro Sebo Ulu 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Polisi Sektor Maro Sebo Ulu yang dipimpin, Iptu P Sagala dan anak buahnya turun ke desa-desa untuk menjemput senjata api rakitan atau kecepek yang masih dimiliki oleh warga.

Hal itu dilakukan pascakejadian pembunuhan yang mengakibatkan seorang warga tewas setelah kepalanya ditembak pakai kecepek di Desa Buluh Kasab Kecamatan Maro Sebo Ulu Kabupaten Batanghari, Minggu (7/11/2021) sekira pukul 08.40 WIB.

Dalam giat yang dilaksanakan bersama Forkopincam Kecamatan Maro Sebo Ulu itu berhasil mengamankan sebanyak tiga pucuk senjata api rakitan laras panjang dan satu senjata api laras pendek secara sukarela diberikan oleh warga.

Sebelumnya, senjata api rakitan itu biasa digunakan warga untuk berburu babi hutan.

Giat ini kata kapolsek dibantu kepala desa, personel Polsek Maro Sebo Ulu, personel Opsnal Polres Batanghari, Babinsa Wilayah Maro Sebo Ulu, Koramil Mersam, Staf Kasi Trantib dan Lurah Simpang Sungai Rengas.

Langkah ini merupakan tindak lanjut setelah seorang warga di Desa Buluh Kasab tewas ditembak pakai senjata jenis kecepek laras panjang dipicu soal jual beli gerinda seharga Rp 70 ribu.

“Ada 3 pucuk senjata api rakitan jenis laras panjang dan satu laras pendek yang kita terima dan diberikan langsung oleh warga," ucap Iptu P Sagala Kapolsek Maro Sebo Ulu, Rabu (10/11/2021).

Kapolsek mengatakan masih terus menyampaikan imbauan kepada warga untuk menyerahkan senjata api ke Mapolsek Maro Sebo Ulu.

"Apabila ada warga yang menyerahkan secara sukarela kita tidak akan menuntutnya secara hukum. Kita terbuka untuk menerima kecepek dari warga," katanya.

Kepemilikan dan pengguna senjata api rakitan yang digunakan warga masing-masing dimiliki oleh Ahmad Padli (32) asal Desa Kembang Seri Baru, M. Yasir, Hendra (29) dan Hermansyah (50) mewakili pemilik aslinya asal Desa Buluh Kasab Kecamatan Maro Sebo Ulu.

Baca juga: Warga Maro Sebo Ulu Tewas Bersimbah Darah Kepalanya Ditembak Pakai Kecepek, Masalahnya Sepele

Baca juga: SAD Terduga Penembak Satpam PT. SKM Sembunyikan Kecepek di Pinggir Taman Nasional

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved