Calon Panglima TNI

Kisah Keponakan Jenderal Gagal Masuk TNI Walau Paman Bakal Jadi Panglima TNI

Keponakan seorang jenderal TNI yang aktif dikabarkan tidak diterima menjadi anggota TNI. Walaupun sang paman akan menjadi Panglima TNI

Editor: Rahimin
Dok Weny
Alya Kareli bersama ibunya, Weny Khrinawati. Kisah Keponakan Jenderal Gagal Masuk TNI Walau Paman Bakal Jadi Panglima TNI 

TRIBUNJAMBI.COM - Walau mempunyai paman seorang jenderal TNI aktif, tidak membuat kerabat atau keluarga bisa dengan mudah menjadi anggota TNI.

Hal itulah yang dialami Alya Kareli keponakan Jenderal TNI Andika Perkasa.

Untuk diketahui,  Jenderal TNI Andika Perkasa merupakan pejabat tinggi militer yang cukup dikenal.

Jenderal TNI Andika Perkasa juga calon Panglima TNI yang diajukan Presiden Joko Widodo ke DPR RI.

Namun, nama besar Jenderal TNI Andika Perkasa tidak dimanfaatkan seenaknya oleh kerabat atau keluarganya untuk mendapatkan kepentingan pribadi.

Tidak ada satu orangpun saudara sepupu dan keponakan Jenderal TNI Andika Perkasa dari garis Ibu yang berasal dari Blitar, Jawa Timur, menjadi anggota TNI atau Polri.

Alya Kareli satu keponakan Jenderal TNI Andika Perkasa yang baru lulus SMA di Kota Blitar berniat menjadi anggota TNI.

Namun sayangnya, Alya Kareli dua kali gagal dalam mengikuti tes sebagai anggota TNI.

Hal itu diceritakan Ibunda Alya Kareli, Weny Krisnawati kepada Kompas.com, pada Sabtu (6/11/2021).

Weny bekerja sebagai pegawai harian lepas (PHL) di Samsat Polres Blitar.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa. (TNI AD)

Dia sempat ragu ketika diminta menceritakan dua kali kegagalan Alya Kareli masuk TNI.

Dia takut informasi darinya salah dipahami orang lain. Sebab, Jenderal TNI Andika Perkasa sedang menjalani fit and proper test di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Weny merupakan anak Sukesi, adik dari Ibunda Andika, Udiati.

"Alya Kareli dari awal ingin masuk TNI. Dia sebenarnya pengin daftar ke AKMIL Magelang. Tapi sudah 3 tahun ini tidak ada penerimaan taruni (taruna perempuan)," katanya.

Mei lalu, Alya Kareli mendaftarkan diri ke AAL di Surabaya. Namun gagal tes psikologi.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved