Breaking News:

Ajak IRT Kelola Sampah Organik Rumah Tangga, Dosen Unja Ajarkan Buat Eco-Fermentor

Dosen Universitas Jambi atau Unja mengajak ibu rumah tangga mengelola sampah organik rumah tangga menjadi eco-fermentor

Penulis: Fitri Amalia | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
ist
Dosen Universitas Jambi mengajak ibu rumah tangga mengelola sampah organik rumah tangga menjadi eco-fermentor 

TRIBUNJAMBI. COM, JAMBI - Masalah sampah merupakan masalah penting yang dapat merusak keseimbangan ekosistem lingkungan.

Penerapan 3R atau reuse, reduce dan recycle sampah merupakan satu did antara program terbaik dalam rangka pelestarian lingkungan hidup, karena mengedepankan penanganan sampah dari sumbernya.

Pemotongan alur distribusi sampah menuju TPA adalah cara yang efektif dan mempercepat pemrosesan sampah menjadi produk yang lebih bermanfaat.

"Cara efektif tersebut dapat direalisasikan melalui pembuatan eco-enzyme yang dapat diterapkan pada level rumah tangga," kata Prof Sutrisno, Tim Pengabdian dari University JAMBI (Unja).

Prof Sutrisno bersama tim pengabdiannya dari Unja yakni Prof Muhaimin, Heriyanti,
Restina Bemis dan Ratih Dyah Puspitasari melaksanakan pengabdian di Desa Mendalo Indah, Kecamatan Jaluko.

Pada kesempatan itu mereka melatih ibu-ibu rumah tangga dalam membuat Eco-enzyme.

"Eco-enzym adalah ekstrak cairan yang dihasilkan dari fermentasi sisa sayuran dan buah-buahan dengan substrat gula merah," jelasnya.

Eco-enzyme hanya membutuhkan media seukuran botol sehingga dapat menghemat tempat pengolahan serta dapat diterapkan di rumah.

Selain itu, eco-enzyme memiliki banyak manfaat seperti dapat digunakan sebagai growth factor tanaman, campuran deterjen pembersih lantai, pembersih sisa pestisida, pembersih kerak, dan penurun suhu radiator mobil.

Mengingat keistimewaan eco-enzyme, dirasa perlu untuk merancang sebuah konsep alat yang tahan lama dan tepat guna sebagai wadah fermentasi eco- enzyme.

Wadah yang disebut eco-fermentor ini juga dirancang untuk membuat proses panen lebih mudah.

Wadah terbuat dari peralatan sederhana yang diubah ke dalam bentuk yang lebih kompatibel untuk digunakan sebagai wadah fermentasi.

Wadah ini akan menggunakan ember besar bekas yang dimodifikasi dengan menambahkan keran untuk membawa keluar cairan.

Setelah tiga bulan, cairan eco-enzyme dapat dipanen. Bahan padat akan mengambang di bagian atas dan produk dapat langsung dipanen dengan membuka kran ecofermentor.

Baca juga: Kecelakaan di Muarojambi, Seorang Mahasiswa Unja Meninggal di Tempat Usai Ditabrak Fuso

Baca juga: Unja Gratiskan UKT Bagi Mahasiswa Juara PON XX Papua

Baca juga: UMKM Jambi, Daripada Cari Kerja, Wanita Cantik Lulusan Unja ini Malah Kembangkan Bisnis Orang Tuanya

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved