Breaking News:

Wakapolda Jambi Turun ke Sarolangun Setelah Suku Anak Dalam Tembak Satpam Perusahaan

Konflik antara masyarakat Suku Anak Dalam dan perusahaan sawit di Kecamatan Air Hitam Kabupaten Sarolangun saat ini sudah mulai kondusif.

Penulis: Rifani Halim | Editor: Teguh Suprayitno
Istimewa
Tiga satpam perusahaan sawit ditembak orang rimba di Sarolangun. 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Konflik antara masyarakat Suku Anak Dalam dan perusahaan sawit di Kecamatan Air Hitam Kabupaten Sarolangun saat ini sudah mulai kondusif.

Wakapolda Jambi Brigjen Pol Yudawan saat berkunjung ke Sarolangun meminta masyarakat tetap tenang, pihak kepolisian dan pemerintah akan menangani persoalan tersebut sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

Beberapa bulan lalu, pihaknya  melakukan operasi kecepek, sedikitnya ada 300 senjata yang telah dimusnahkan.

Pihaknya akan tetap lakukan operasi pemusnahkan senpi tersebut, mengingat hal itu sangat membahayakan warga yang lainnya.

“Tidak hanya di Sarolangun, semuanya se Provinsi Jambi ini akan kita amankan,” sebutnya.

Sementara itu, Kapolres Sarolangun AKBP Sugeng Wahyudiono mengatakan, pihaknya mengajak Tememgung maupun Jenang yang dianggap sebagai ketua adat warga Suku Anak Dalam.

"Untuk mengajak, pelaku penembakan itu segera dapat hadir ke kepolisian untuk dimintai keterangan. Membawa senjata api Kecepek Laras panjang yang digunakan untuk melakukan penembakan pada saat itu," katanya, Sabtu (31/10/2021).

Baca juga: Konflik Orang Rimba dan Perkebunan sawit, Harus Ada Itikad Baik Akomodir Orang Rimba

Baca juga: Pemkab Sarolangun Serahkan 105 Sertifikat TORA ke Trans Suku Anak Dalam Desa Spintun

Baca juga: Polsek Air Hitam Sarolangun Minta Penembak Satpam Perusahaan Menyerahkan Diri

 

(Tribunjambi / Rifani Halim)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved