Breaking News:

Berita Jambi

Antisipasi Pinjol, Polda Jambi akan Buat Satgas Khusus

Berita Jambi-Direktur Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jambi, Kombes Pol Sigit Dany Setiyono mengimbau agar masyarakat berhati-hati

Penulis: Aryo Tondang | Editor: Nani Rachmaini
Kontan/Muradi
Ilustrasi pinjaman online 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Direktur Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jambi, Kombes Pol Sigit Dany Setiyono mengimbau agar masyarakat berhati-hati dalam melakukan investasi digital.

Hal tersebut diungkapkan Sigit, menyusul permintaan Presiden Joko Widodo, kepada Kapolri Jenderal Listiyo Sigit Prabowo untuk menindak pinjaman online (pinjol) yang kerap merugikan masyarakat.

Sejauh ini, kata Kombes Pol Sigit Dany Setiyono, Polda Jambi belum ada menerima laporan terkait kasus pinjol tersebut.

"Sejauh ini, Polda Jambi sendiri belum ada menerima laporan, untuk itu, saya imbau kepada masyarakat agar berhati-hati saat melakukan investasi digital," kata Sigit, Minggu (16/12021).

Sigit mengungkapkan, Polda Jambi akan melakukan penyelidikan, jika ada laporan atau pengaduan masyarakat terkait pinjol ini.

Katanya, saat ini, Kapolda Jambi bersama dengan Pemerintah Provinsi, perwakilan Bank Indonesia, dan OJK sudah saling berkomunikasi, untuk membuat Satgas jika ada laporan terkait hal tersebut.

Baca juga: Ini Ciri-ciri Pinjol Ilegal dan Cara Mengadukannya

Baca juga: OJK Jambi Soroti Peran Masyarakat Penting Membantu Memutus Mata Rantai Jebakan Pinjol

Baca juga: Pakar Ekonomi Unja Sebut Pinjol Bisa Berdampak pada Ekonomi Daerah Bahkan Nasional

Baca juga: Bahayanya Jika Foto dan Selfie KTP Diperjualbelikan, Bisa Dipakai Pinjaman Bank atau Pinjol

Tidak hanya itu, pihaknya juga akan membuat posko pengaduan secara online, melalui media sosial hingga email.

"Bapak Kapolda sudah berkomunikasi dengan pihak Pemeritah Provinsi serta pihak Bank dan OJK, untuk kedepan mungkin akan dibuat Satgas," jelasnya.

Kata Sugit, modua para pelaku pinjaman online ini kerap menggunakan data pribadi yang telah disampaikan oleh masyarakat kepada yang bersangkutan untuk digunakan sebagai dasar menggunakan pinjaman.

Bahkan, pelaki juga menghunakan data masyarakat untuk pinjaman online di tempat lain.

"Jadi korban mendapat tagihan dari aplikasi pinjaman online lainnya," tutup Sigit. (*)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved