Breaking News:

Berita Tanjabtim

Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah KPU, Kejari Tanjabtim Sudah Periksa 50 Orang

Kasus dugaan korupsi dana hibah di KPU Tanjabtim terus bergulir, saat ini Kejari Tanjabtim masuk tahap penyidikan.

Abdullah Usman
Tim Kejari Tanjabtim saat menggeledak KPU Tanjabtim 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Kasus dugaan korupsi dana hibah di KPU Tanjabtim terus bergulir, saat ini Kejari Tanjabtim masuk tahap penyidikan.

Lebih kurang Dua pekan berjalan, pasca penggeledahan yang dilakukan tim kejari Tanjung Jabung Timur, terhadap Kantor KPU Tanjabtim. Hingga saat ini proses pemeriksaan masih berjalan.

Beberapa saksi dan pihak terkait telah dipanggil oleh pihak Kejari, termasuk Camat dan seluruh PPK di 11 Kecamatan ada 22 orang dan ditambah dari instansi KPU totalnya mencapai 50 orang.

Kajari Tanjabtim melalui Kasi Pidsus Reynold mengatakan, saat ini kita tengah melakukan tahapan penyidikan terkait dugaan korupsi di KPU Tanjabtim.

Dengan melakukan pemeriksaan lebih kurang 50 orang saksi untuk mengetahui keberadaan stempel mereka di KPU.

"Kita memastikan Terkait keberadaan stempel tersebut, apakah benar milik mereka atau ada hal lainya, " jelasnya, Rabu (13/10/2021).

Lanjutnya, selain melakukan pemanggilan dan pemeriksaan saksi, pihaknya juga tengah melakukan inventarisir sebanyak 1922 lembar berkas dokumen sitaan dari kantor KPU, termasuk beberapa Handphone dan uang tunai.

Lanjutnya, Terkait fakta fakta baru saat ini masih berjalan, terutama Terkait pemeriksaan sekretaris PPK Kecamatan juga para Camat. Ada 11 Kecamatan yang sudah dilakukan pemeriksaan.

Terkait pemeriksaan Ketua KPU dan komisioner sudah dilakukan pemeriksaan pada minggu lalu, namun untuk komisioner saat ini masih dalam tahap proses pemeriksaan.

"Terkait penetapan tersangka masih belum, kita masih menunggu keterangan saksi-saksi dan bukti lain. (Belum ada penentuan tersangka), " jelasnya.

Dijelaskan Reynold, untuk pemeriksaan sekretaris KPU pihaknya juga sudah melakukan pemanggilan hanya saja sudah kali Ke Dua belum ada datang dikarena sakit.

"Pemanggilan pertama pada bukan September dan awal Oktober ini belum juga ada datang. Mungkin jika sudah Tiga kali mangkir bisa melalui langkah hukum, " pungkasnya.

Baca juga: Sehari Pasca Penggeledahan oleh Kejari, Kantor KPU Tanjabtim Beroperasi Seperti Biasa

Baca juga: Ruang Ketua dan Sekretaris KPU Tanjabtim Disegel Kejari

Baca juga: KPU Tanjabtim Gelar Pleno Terbuka, Hasil PSU Pemilihan Gubernur Jambi 2021-2024

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved