Teriakan Terakhir Sertu Lopo Sebelum Ditemukan Terbujur Kaku di Semak
Terbunuhnya Sertu Yohan Lopo, seorang anggota TNI dari kesatuan Menzikon Pusat Zeni TNI AD, digelar Mapolres Metro Depok,Jumat (8/10/2021).
TRIBUNJAMBI.COM, DEPOK -Sertu Yohan Lopo, seorang anggota TNI dari kesatuan Menzikon Pusat Zeni TNI AD terbunuh dalam sebuah keributan.
Rekonstruksi peristiwa terbunuhnya Sertu Yohan Lopo digelar Mapolres Metro Depok, Jumat (8/10/2021).
Ada 19 adegan yang diperagakan para pelaku dalam proses rekonstruksi itu. Polisi menyebut bahwa rekonstruksi berlangsung lancar.
"Tersangka sudah melaksanakan 19 adegan. Rekonstruksi kali ini berjalan sesuai apa yang disampaikan oleh saksi dan tersangka dalam berita acara pemeriksaan (BAP)," kata Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Yogen Heroes Baruno, Jumat siang.
"Semua sudah sesuai dengan fakta, dari Kejaksaan juga menyampaikan sudah cukup," imbuhnya.
Dalam rekonstruksi yang berlangsung selama satu jam itu, tersangka berinisial I (28) diketahui spontan menusuk Sertu Lopo yang ditemukan meninggal dunia keesokan paginya.
I merupakan rekan M yang sengaja didatangkan lantaran tengah cekcok dengan A.
Baca juga: Ayah dan Anak Korban Pembunuhan di Subang Saling Serang, Upaya Mediasi Gagal
Baca juga: Kasus Pemerkosaan Tiga Anak di Luwu Timur, Mabes Polri Diminta Bertindak
Saat itu, I kaget melihat Sertu Lopo yang sengaja didatangkan untuk menengahi keributan mendadak berjalan ke arahnya. Sehingga, I dengan spontan menusuk Sertu Lopo dengan sebilah pisau hingga akhirnya meninggal.
Kini, I ditahan di Mapolres Metro Depok. Ia terancam hukuman maksimum 15 tahun penjara, disangkakan Pasal 338 atau 351 KUHP oleh polisi.
Pertikaian maut
Dari hasil rekonstruksi, diketahui peristiwa penusukan terhadap Sertu Lopo bermula dari cekcok antara M dan A.
A disebut tersinggung lantaran M menggeber sepeda motornya di kawasan Patoembak. Pertikaian keduanya pun cukup sengit.
M kemudian memanggil kerabatnya dari wilayah Jakarta Selatan, termasuk di dalamnya adalah I, yang kini menjadi tersangka.
Namun, cekcok itu kian panas, alih-alih berakhir.
I yang datang ketika M dan A masih adu mulut tiba-tiba menyerang A menggunakan sebilah pisau lipat. Tak pelak, paha A yang menjadi sasaran serangan sobek dan harus dijahit 15 jahitan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/tewas_20180611_225458.jpg)