Breaking News:

Tabung Gas Elpiji 3 Kg Kerap Langka, DPRD Batanghari Minta Pemerintah Tanggap Serius

Masalah elpiji 3 kilogram (Kg) yang kerap langka mendapat perhatian penuh dari pemerintah Batanghari.

Penulis: A Musawira | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Musawira
Muhammad Jaafar selaku Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Batanghari. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN-Masalah elpiji 3 kilogram (Kg) yang kerap langka mendapat perhatian penuh dari pemerintah, bahkan dari kelangkaan itu pemerintah berencana mengubah sistem penyaluran subsidi melalui gas LPG 3 kg.

"Program itu bukan wacana lagi tapi sudah pernah dilaksanakan aturan bahwa yang berhak mendapatkan gas elpiji 3 Kg itu memang masyarakat yang memiliki kartu seperti PKH,” kata Muhammad Jaafar selaku Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Batanghari, Jumat (8/10/2021).

Ia mengatakan penerima subsidi gas elpiji 3 Kg betul-betul masyarakat yang tidak mampu. Kemudian dalam perjalanan, ia melihat saat ini ada pengurangan kuota untuk masing-masing kabupaten dan kota.

“Sekarang masyarakat banyak keluhan atas kelangkaan gas elpiji ini,” ujarnya.

Jaafar bilang penyebab adanya kekurangan kuota ini bisa jadi berasal dari program yang baru dari pemerintah sehingga kuota dikurangkan untuk melaksanakan program yang akan datang, bisa jadi itu.

Anggota Dewan kata dia belum merapatkan persoalan ini, tapi ke depan ia akan memanggil komisi yang membidangi perekonomian dan pembangunan. Apa yang dilaporkan oleh masyarakat akan disampaikan kepada instansi terkait.

“Kita minta intansi atau leading sektor di dinas teknis ini untuk melakukan pengawasan. Dengan adanya pengurangan jatah artinya jatah yang ada ini memang betul-betul masyarakst yang membutuhkan,” katanya.

Baca juga: Polda Jambi Tetapkan 4 DPO Baru Kasus Kebakaran Sumur Minyak Ilegal di Bungku, Batanghari

Baca juga: Seluruh Kabupaten di Provinsi Jambi Berstatus Zona Kuning, Warga Diminta Tetap Jalankan Prokes

Baca juga: 11 Ekor Kambing Warga Tanjab Timur Jadi Korban Serangan Harimau

Ke depan ia menekankan pengawasan dan sistem penyaluran yang memang diperketat artinya memang satu keluarga silahkan beli satu tabung jangan sampai ada yang bisa beli sampai beberapa tabung.

"Kami berharap kepada agen dan pangkalan untuk pendistribusian dengan adanya kekurangan jatah saat ini hendaknya betul-betul diberikan kalau gas elpiji 3 Kg datang memang disalurkan tepat kepada masyarakat," tambahnya.

Kepala Bagian Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Batanghari, Muhammad Yunus mengatakan Pemerintah Daerah sudah mengusulkan berdasarkan dari data penduduk miskin dan jumlah UMKM pada 2022 mendatang sebanyak 13.256,352 Metrik Ton. 

Ia mengharapakan dapat diakomodir oleh pemerintah pusat.

"Masih adanya Covid-19 ini banyak yang mempunyai usaha baru disamping ada banyak data penduduk miskin," kata Muhammad Yunus selaku Kepala Bagian Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Batanghari, Rabu (6/10/2021).

Berdasarkan data yang diusulkan pihaknya bila diakomodir maka dapat dipastikan baik pelaku UMKM dan penduduk miskin itu akan mendapat haknya menikmati gas elpiji 3 Kg.

"Saya rasa akan tercukupi kalau memang program itu diterapkan untuk masyarakat dan tepat sasaran. Monitoring sesering mungkin kita laksanakan dan ada kesadaran dari pada agen dan pangkalan untuk mendelegasikan atau mendistribusikan tabung gas elpiji 3 kilogram yang betul-betul memiliki hak untuk menggunakan gas itu," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved