Breaking News:

Polda Jambi Tetapkan 4 DPO Baru Kasus Kebakaran Sumur Minyak Ilegal di Bungku, Batanghari

Ditreskrimsus Polda Jambi, terbitkan empat orang daftar pencarian orang (DPO) kasus kebakaran sumur minyak ilegal di Desa Bungku, Batanghari.

Penulis: Aryo Tondang | Editor: Teguh Suprayitno
istimewa
Ditreskrimsus Polda Jambi, terbitkan empat orang daftar pencarian orang (DPO) kasus kebakaran sumur minyak ilegal di Desa Bungku, Batanghari, Sabtu (18/9/2021) lalu. 

TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI- Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi, terbitkan empat orang daftar pencarian orang (DPO) kasus kebakaran sumur minyak ilegal di Desa Bungku, Batanghari, Sabtu (18/9/2021) lalu.

Direktur Kriminal Khusus Polda Jambi, Kombes Pol Sigit Dany Setiyono mengatakan, keempat orang tersebut ditetapkan sebagai DPO berdasarkan hasil keterangan dua tersangka, yakni DR oknum polisi, dan KJ pemodal atas pengeboran sumur minyak di Desa Bungku.

"Berdasarkan keterangan dua tersangka, kita kembali terbitkan DPO untuk empat pelaku," kata Sigit, Jumat (8/10/2021).

Kata Sigit, keempat DPO merupakan pekerja, atau pekerja rig.

"DPO ini, ada yang dari Desa Bungku, ada juga yang dari luar Provinsi Jambi," jelasnya.

Sebelumnya tim Subdit V, Ditreskrimsus Polda Jambi juga berhasil meringkus KJ, pemodal dan orang yang bertanggungjawab atas kebakaran sumur minyak ilegal di Desa Bungku, Batanghari, pada Sabtu (18/9/2021) lalu.

KJ yang sebelumnya disebut juga sebagai UJ, diringkus petugas di rumah sepupunya, di Desa Pandan Jaya, Geragai, Tanjung Jabung Timur, pada Jumat (24/9/2021) lalu.

Baca juga: Baru Dua Minggu Menambang Minyak Ilegal di Batanghari, 3 Orang Ini Malah Ditangkap

Baca juga: Baru 15 Drum Minyak Hasil Illegal Drilling di Maro Sebo Ilir, Tiga Pelaku Tak Berkutik Digerebek

Penangkapan KJ sendiri dilakukan oleh Tim Analis Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jambi, yang dipimpin oleh Ipda Rimhot Nainggolan. Tanpa perlawanan berarti, petugas berhasil meringkus KJ, dan digiring ke Mapolda Jambi.

Hasil pemeriksaan petugas, diketahui KJ mengaku mengenal DR, oknum anggota Polisi yang bertugas di Polres Batanghari sejak tiga bulan yang lalu, serta tiga orang pemodal lainnya.

Dalam menjalankan pengeboran sumur minyak ilegal tersebut, KJ  mengaku merekrut tiga pekerja, dengan memberi modal sebesar 5 persen untuk pembuatan sumur minyak ilegal tersebut.

Dari hasil sumur minyak, KJ mendapat 5 persen dari penghasilan. Tidak hanya itu, KJ juga memberikan tips atau Fee sebanyak  Rp 50 ribu per drum kepada seorang warga Suku Anak Dalam (SAD), atas lahan pembuatan sumur minyak ilegal, yang masih berada di lahan Hutan Tanaman Industri (HTI) tersebut.

"Setelah kita introgasi, KJ mengakui bahwa, telah berhasil membuat sebanyak 4 sumur minyak, 3 diantaranya telah memproduksi 9 drum, sementara satu lainnya meledak dan terbakar," bilang Sigit.

Dari pelaku, petugas juga turut amankan sejumlah barang bukti berupa, Handphone, sejumlah kartu ATM, STNK hingga BPKB.

"Kita masih lakukan pengembangan, jika ada kemungkinan tersangka lain, saat ini pelaku sudah kita tahan di Polda Jambi untuk penyelidikan lebih lanjut," tutup Sigit.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved