Breaking News:

Berita Batanghari

Baru 15 Drum Minyak Hasil Illegal Drilling di Maro Sebo Ilir, Tiga Pelaku Tak Berkutik Digerebek

Berita Batanghari-Nasib malang menimpa JP (30), SD (32) dan AV (27) baru dua minggu berada di lokasi penambangan minyak ilegal langsung

Penulis: A Musawira | Editor: Nani Rachmaini
MUSAWIRA/TRIBUNJAMBI.COM
Nasib malang menimpa JP (30), SD (32) dan AV (27) baru dua minggu berada di lokasi penambangan minyak ilegal langsung berurusan dengan polisi, Rabu (6/10/2021). 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN-Nasib malang menimpa JP (30), SD (32) dan AV (27) baru dua minggu berada di lokasi penambangan minyak ilegal langsung berurusan dengan polisi, Rabu (6/10/2021).

Ketiga pelaku melakukan kegiatan melawan hukum itu di lahan paal 7 Desa Danau Embat Kecamatan Maro Sebo Ilir Kabupaten Batanghari.

Waka Polres Batanghari, Kompol Andi Zulkifli mengatakan di lokasi ditemukan kegiatan ilegal driling dan ada tiga orang yang sedang melakukan penambangan minyak secara ilegal. Saat sedang istirahat ketiganya ditangkap polisi.

“Barang bukti termasuk minyak sebanyak 20 drum sudah kita amankan beserta para pelaku dibawa ke Mapolres Batanghari,” kata Kompol Andi Zulkifli selaku Waka Polres Batanghari, Kamis (7/10/2021).

Waka Polres Batanghari mengatakan ketiga pelaku ini bekas pekerja ilegal driling di Desa Bungku Bajubang, karena sudah banyak yang kosong sehingga mereka pindah tempat ke Maro Sebo Ilir.

Ketiganya saat dilakukan pemeriksaan mengaku baru dua minggu melakukan aktifitas penambangan minyak ilegal. Pemodalnya masing-masing dari pelaku sekitar Rp 10 juta.

“Rencana mereka jika sudah terkumpul, minyak akan di tampung ke seorang penghubung ke saudara inisial A namun para pelaku belum tau akan dijual ke kabupaten atau kota mana,” katanya.

Pelaku SD yang diamankan mengakui bahwa mereka sebagai pemodal dan pekerja.

"Kami modal bareng sekitar 5-10 juta,”

“Awalnya kita jalan sama-sama ke lokasi, sebelumnya kita pernah kerja di daerah Bungku,” katanya.

Selama kegiatan baru menghasilkan 15 drum dan belum dijual dan tak tahu mau menjual ke mana.

“Niat saya hanya buka sumur lama untuk mengecek ada minyak atau tidak dan saya udah lama libur dari Bungku,” ucapnya.

Di lokasi ini SD mengaku dapat informasi dari teman dan dengar kabar memang ada sumur yang pernah dikelola orang tapi ditinggalkan, dasar itu dirinya dan teman-teman kelola kembali.

“Belum bisa dilihat hasil minyaknya bagus atau tidak,” pungkasnya. (*)

Baca juga: Pekerja Ilegal Driling di Desa Bungku Pindah Lokasi ke Maro Sebo Ilir, Dirigkus Polisi Usai Ngebor

Baca juga: Pertamina Dukung Upaya Pemadaman Kebakaran Sumur Minyak Ilegal di Jambi

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved