Breaking News:

Berita Batanghari

Pekerja Ilegal Driling di Desa Bungku Pindah Lokasi ke Maro Sebo Ilir, Dirigkus Polisi Usai Ngebor

Berita Jambi-Nasib malang menimpa tiga orang pekerja serta pemodal kegiatan ilegal driling di Batanghari, mereka diringkus polisi

Penulis: A Musawira | Editor: Nani Rachmaini
MUSAWIRA/TRIBUNJAMBI.COM
Pekerja Ilegal Driling di Desa Bungku Pindah Lokasi ke Maro Sebo Ilir, Dirigkus Polisi Usai Ngebor Minyak 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN-Nasib malang menimpa tiga orang pekerja serta pemodal kegiatan ilegal driling di Batanghari, mereka diringkus polisi saat sedang istirahat seusai melakukan penambangan minyak ilegal, Rabu (6/10/2021).

Ketiga pelaku melakukan kegiatan terlarang itu di lahan paal 7 Desa Danau Embat Kecamatan Maro Sebo Ilir Kabupaten Batanghar

Mereka sebetulnya pemaian lama dan sudah pernah menjadi pekerja kegiatan tersebut di Desa Bungku Kecamatan Bajubang.

Pelaku tersebut adalah JP (30) asal Musi Banyuasin, SD (32) asal Kabupaten Batanghari dan AV (27) asal Muara Jambi tak berkutik ketika kedatangan anggota Satreskrim Polres Batanghari bersama Anggota Polsek Maro Sebo Ilir seusai menerima laporan dari Pokdar Kamtibmas setempat.

Waka Polres Batanghari, Kompol Andi Zulkifli mengatakan di lokasi ditemukan kegiatan ilegal driling dan ada tiga orang yang sedang melakukan penambangan minyak secara ilegal.

Atas perbuatan melawan hukum tersebut anggota melakukan penangkapan terkait kegiatan penambangan minyak secara ilegal.

“Dari TKP diamankan tiga orang dan ditempat itu ada banyak barang bukti termasuk minyak sebanyak 20 drum. Barang bukti sudah dibawa dan juga para pelaku sudah diamankan,” kata Kompol Andi Zulkifli selaku Waka Polres Batanghari, Kamis (7/10/2021).

Daerah Maro Sebo Ilir polisi belum mengetahui secara pasti di mana lokasi yang terdeteksi memiliki potensi minyak. Tapi yang baru temukan ini ada sekitar sembilan titik sumur yang terdeteksi.

“Yang lain mungkin masih ada tapi akan kita kembangkan nanti. Mereka ini pekerja di Desa Bungku Bajubang, karena sudah banyak yang kosong sehingga mereka pindah tempat ke Maro Sebo Ilir,” ucapnya.

Terakit kegiatan ilegal yang terjadi di Kecamatan Maro Sebo Ilir tentu saja pihaknya akan lakukan upaya-upaya persuasif.

Melakukan upaya sosialisasi bahwa penambangan minyak ilegal driling ini berbahaya dan juga melanggar hukum.

“Tentu kita selalu patroli di daerah yang sekiranya ada tempat penambangan ilegal jika ada ditemukan kita akan melakukan penangkapan. Namun untuk kasus ini masih kita dalami informasi ini dan dari kasus ini juga kita akan kembangkan,” katanya.

JP (30) asal Musi Banyuasin, SD (32) asal Kabupaten Batanghari dan AV (27) asal Muara Jambi terjerat Pasal 52 undang-undang RI nomor 11 2020 tetnag cipta kerja dengan ancaman 6 tahun penjara. (*)

Baca juga: Kapolda Jambi Tegaskan Tak Pandang Bulu Pada Pelaku Illegal Drilling di Jambi

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved