Breaking News:

Dampak Covid-19, 15 Orang Siswa SMPN 6 Muarojambi Putus Sekolah 

Dampak pandemi Covid-19 dan pembelajaran dalam jaringan (Daring) siswa di SMPN 6  Muarojambi banyak yang putus sekolah.

Penulis: Hasbi Sabirin | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Hasbi
Kepala Sekolah SMPN 6 Muarojambi, Yeni Aziza. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Hasbi Sabirin

TRIBUNJANBI.COM, SENGETI-Dampak pandemi Covid-19 dan pembelajaran dalam jaringan (Daring) siswa di SMPN 6  Muarojambi banyak yang putus sekolah.

Belasan siswa yang tidak mau melanjutkan sekolahnya, dikarenakan dampak pembelajaran daring terlalu lama.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Sekolah SMPN 6 Muarojambi, Yeni Aziza, selama pembelajaran daring, sudah 15 orang siswanya putus sekolah.

Kata Yeni Aziza, banyaknya siswanya putus sekolah karena berbagai alasan, ada yang jadi sopir, ada yang bekerja di toko, dan ada juga siswanya yang menikah.

"Mereka banyak putus sekolah sebabnya karena, pembelajaran daring yang terlalu lama bahkan sudah hampir dua tahun," kata Yeni Aziza Jum'at (08/10/21).

Baca juga: Seluruh Kabupaten di Provinsi Jambi Berstatus Zona Kuning, Warga Diminta Tetap Jalankan Prokes

Baca juga: Kabar Gembira, Pasien Isolasi Covid-19 di Rumah Sakit Rujukan Muarojambi Sudah Nol

Selama pembelajaran daring, siswanya juga kurang efektif mengikuti pelajaran dan banyak bermain.

"Dampak daring ini, tidak hanya siswanya yang banyak putus sekolah, kami menilai semangat dan motivasi belajar siswa juga menurun," tutupnya. (tribunjambi.com/ Hasbi Sabirin

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved