Breaking News:

Berita Kota Jambi

Pengakuan Penghuni Perumahan Guru di Kota Jambi yang Dieksekusi, Kelabakan Harus Pindah Rumah

Moh Ujang, satu di antara penghuni perumahan guru di Mayang Mangurai, Alam Barajo, yang dieksekusi Pemkot Jambi memohon tenggang waktu kosongkan rumah

Penulis: Aryo Tondang | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/Aryo Tondang
Tim gabungan Satpol PP, Dishub, DLH Kota Jambi serta Pemerintah Kota Jambi melakukan eksekusi ratusan perumahan guru yang tersebar di dua titik, Kamis (7/10/2021) pagi. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Moh Ujang, satu di antara penghuni perumahan guru di Jalan SK RD Syahbudin, Mayang Mangurai, Alam Barajo, yang dieksekusi Pemerintah Kota Jambi memohon tenggang waktu pengosongan rumah.

Hal tersebut diucapkan oleh Ujang, setelah petugas menempel stiker imbauan pengosongan rumah, pada Kamis (7/10/2021).

Ujang mengaku kelabakan untuk mencari tempat tinggal baru dalam jangka 14 hari kedepan.

Ujang mengaku sudah meminta jangka waktu 6 bulan kedepan, namun, pihak pemeritah menolak.

"Ya kami belum punya rumah, anak kami ada tiga ya bingung mau tinggal dimana. Kami minta jangka 6 bulan, tetapi tidak diberikan," kata Ujang, saat ditemui di lokasi, Kamis (7/10/2021) pagi.

Ujang sendiri tinggal dirumah tersebut berdasarkan isterinya yang merupakan pensiunan guru di SD 171 Kota Jambi.

Katanya, sang isteri baru masuk dua tahan masa pensiun.

Kepada awak media, Ujang menceritakan awal dirinya tinggal di perumahan guru tersebut sejak Tahun 1986.

Saat itu, kondisi perumahan masih sepi, konstruksi bangunan perumahan masih petak-petak, tanpa ada aliran listrik dan sumur.

"Ya kita renov lah kecil-kecil, tetapi kita juga dilarang untuk bongkar apa yang sudah kami pasang," bilangnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved