Breaking News:

Opini

Ancaman Gambut dan Karhutla Terselamatkan Hujan

KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) rutin terjadi di Provinsi Jambi. Terhitung sejak tahun 1990 musim kemarau adalah momok menakutkan masyarakat

tribunjambi/samsul bahri
Kabut asap tebal saat menyelimuti Desa Puding, Kabupaten Muarojambi, akibat kebakaran hutan dan lahan di sekitar wilayah itu, pada September 2019. 

KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) rutin terjadi di Provinsi Jambi. Terhitung sejak tahun 1990 hingga saat ini, musim kemarau adalah momok yang menakutkan bagi warga, dengan akibat kabut asap dari karhutla itu.

Kita terpaksa harus mengurai persoalan yang seperti benang kusut ini dengan melihat luasan Provinsi Jambi 50,160.05 kilometer persegi. Seluas 736.277,20 hektare adalah lahan gambut.

Jika menurut data Global Wetlands, luasan lahan gambut di provinsi ini adalah bagian dari luasan lahan gambut kedua terbesar di dunia setelah Brazil.

Luasan lahan gambut di Indonesia mencapai 22,5 juta hektare.

Rugi? Jelas saja. Sebab saat ini adalah jamannya carbon trade, meskipun hanya dihitung seharga US$ 6 hingga US$ 12 per metric cubic equivalen saja kerugian dari Kebakaran lahan gambut sangat merugikan negara, masyarakat dan lingkungan.

Menurut Indonesian National Carbon Accounting System (INCAS) KLHK, total emisi tahunan gas rumah kaca dari hutan dan lahan gambut di Provinsi Jambi pada 2001 adalah 32.576.258 (CO2-eq) sedangkan pada 2012 adalah 40.323.797 (CO2-eq).

Sementara total luasan tahunan hutan dan lahan gambut yang mengalami perubahan di Provinsi Jambi pada tahun 2001 adalah 16.577 hektare, sedangkan pada 2012 adalah 61.332 hektare.

Mari kita kembali ke kondisi saat ini untuk melihat apa sebenarnya yang terjadi di areal gambut di Provinsi Jambi. Rekapitulasi dari Sipongi KLHK, karhutla terhebat di Provinsi Jambi terjadi pada tahun 2019 lalu, yakni seluas 56.593,00 hektare.

Hingga saat ini, ancaman dari pelaku karhutla tetap ada. Walhi Jambi kini tengah menggugat dua pemilik izin konsesi yaitu PT Putra Duta Indah wood dan PT Pesona Belantara Persada ke PN Jambi.

Kedua izin konsensi itu berada di Kecamatan Kumpeh Kabupaten Muaro Jambi. Terhitung sejak tahun 2015 hingga 2019, lahan yang terbakar di konsesi PT Putra Duta Indah wood adalah seluas 27.070,11 hektare, dan di HPH PT Pesona Belantara Persada adalah seluas 29.095,72 hektare. Sampai kini masih tidak maksimal mengantisipasi resiko karhutla.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved