Breaking News:

Berita Sarolangun

Disdik Sarolangun Sebut ke Nadiem Makarim Ada 17 Guru yang Mengajar SAD

Dinas Pendidikan Sarolangun memaparkan program pendidikan bagi warga SAD setempat pada Menteri Nadiem Makarim beberapa waktu lalu.

Penulis: Rifani Halim | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Rifani halim
Helmi Kadisdik Sarolangun 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Dinas Pendidikan Sarolangun memaparkan program pendidikan bagi warga SAD setempat pada Menteri Nadiem Makarim beberapa waktu lalu.

Program yang dipaparkan Helmi Kadisdik Sarolangun itu bersumber dari anggaran APBD Kabupaten Sarolangun.

“Jadi semalam itu diskusi, kalau dari disdikbud bahwa kami menjelaskan beberapa program yang didukung dana APBD untuk meningkatkan program pendidikan bagi SAD,” sebut Helmi beberapa waktu lalu.

Helmi menjelaskan, untuk memberikan pendidikan dan pembelajaran kepada anak-anak SAD baik di gedung sekolah punti kayu 1, punti kayu 2 dan punti kayu 3.

Pemkab Sarolangun sendiri saat ini telah menyiapkan sebanyak 17 orang Tenaga Kontrak Daerah (TKD) khusus untuk mengajar di tempat belajar bagi anak-anak SADyang dibiayai oleh Pemkab Sarolangun.

“Kita telah menyiapkan 17 Tenaga kontrak daerah khusus untuk sad, yang dibiaya oleh pemerintah daerah dan juga sarana fisik kita membangun tempat belajar dengan konsep pondopo secara terbuka sesuai keinginan warga SAD,” jelasnya.

Helmi menambahkan, lima orang tenaga pendidik SAD berbincang bersama menteri kala itu untuk memberikan penjelasan terkait pembelajaran bagi anak-anak SAD di kecamatan Air Hitam itu dan menanyakan langsung mengenai pola dan pengalaman mendidikan anak-anak SAD tersebut.

“Pak Menteri minta pengalaman historis dan pola mendidikan anak-anak SAD dengan cara mereka sendiri dan meminta keterangan dalam pelaksanaan program pendidikan bagi SAD,” ungkapnya.

Selain itu, kata Helmi, bahwa saat ini untuk mengembangkan pendidikan bagi warga SAD ini, pihaknya sudah bekerja sama dengan KKI Warsi serta perusahaan untuk sama-sama mendorong pembinaan pendidikan bagi warga suku anak dalam.

“Kita ada MOU dengan kki Warsi dan perusahaan, Untuk sama sama mendorong itu. Artinya ketika bicara program pendidikan SAD, karena ini dibawah naungan pemerintah pusat. Jadi mereka harus ok dengan kami. Jadi kalau menyangkut strategi dan pola serta data kita harus satu,”jelasnya.

Baca juga: Inilah Kesan Menteri Nadiem Makarim Bertemu Orang Rimba di Sarolangun Jambi

Baca juga: Mas Menteri Nadiem Makarim akan Minta Dukungan Presiden Jokowi Memajukan Candi Muaro Jambi

Baca juga: Nadiem Makarim Bermalam di Kawasan SAD, Serap Keluh Kesah Orang Rimba di Sarolangun

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved