Breaking News:

Berita Tanjabtim

Ini Tanggapan Pihak TNBS Soal Harimau Masuk Kampung Warga Sadu Tanjabtim

Kepala Seksi Wilayah III TNBS Jambi Nurasman, kepada Tribunjambi.com menuturkan, terkait keberadaan harimau di kawasan perkebunan atau permukiman...

ist
Bangkai sapi sisa serangan harimau di Kecamatan Sadu Tanjabtim. 

TRIBUNJAMBI.COM, TANJABTIMUR - Tercatat sudah lima sapi dimakan Harimau di Kecamatan Sadu, Tanjabtim.

Kepala Seksi Wilayah III TNBS Jambi Nurasman, kepada Tribunjambi.com menuturkan, terkait keberadaan Harimau di kawasan perkebunan atau mendekati permukiman warga Desa Air Hitam, secara geografis tidak bisa dikatakan kawasan itu dekat atau tidak dengan permukiman (jaraknya bervariasi).

"Pemerintah sudah menetapkan taman nasional itu ada titik koordinatnya. Nah apakah di luar itu berbatasan langsung dengan permukiman, kebun atau perusahaan itu di luar kewenangan kita. Tapi kalo harimau yang berkeliaran itu tentu mereka berasal dari kawasan, kita juga tidak mungkin menghambat pergerakan satwa tersebut," ujarnya, Kamis (22/9/2021).

"Kita tidak mungkin menahan satwa tadi untuk tidak keluar dari kawasan, ditambah kawasan kita juga tidak ada pagar pembatas. Jadi bebas saja dia keluar," tambahnya.

Biasanya masyarakat sekitar kawasan, sebut saja warga desa air hitam laut dan pantai cemara, masyarakat sudah sering melihat harimau tadi melintas atau sedang baring di jalan. Meski dibilang sering namun tetap saja itu hewan buas dan berbahaya.

Namun, melihat kasus yang terjadi beberapa bulan dan pekan terakhir ini. Yang banyak ternak warga mati atau dimakan oleh harimau tadi, memang ada beberapa faktor yang menjadi persoalan sehingga hal tersebut terjadi satu diantaranya terkait persoalan pakan.

"Dari Bulan Mei lalu, di kawasan khususnya sudah sangat jarang sekali terlihat hewan Babi hutan. Mungkin karena sudah sulit mencari babi tadi akhirnya si harimau keluar hutan dan mencari sumber makanan terdekat (ternak warga)," bebernya.

Terkait hal ini pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak BKSDA Provinsi untuk melakukan penanganan. Bisa melalui pemasangan kamera trap untuk memantau pergerakan satwa termasuk individu satwa tadi.

"Karena satwa harimau yang ada di kawasan kita ini mereka sudah terdata semua, jadi setelah terpantau di kamera trap kita bisa ketahui harimau sektor mana yang kerap nyasar ke kawasan pemukiman tadi sehingga kita bisa mengambil tindakan untuk langkah relokasi sesuai teritorial harimau tadi," jelasnya.

Selain itu jika harus ditangkap menggunakan perangkap kita juga sudah ada perangkap di sana. Yang jelas saat ini kita sedang mencari solusi terbaik bersama BKSDA.

"Kalo kita pasang perangkap sekarang, berdasarkan keterangan warga dan jejak yang ditinggalkan harimau ini tidak satu ada yang dewasa dan yang anak. Kalo seandainya nanti yang tertangkap anaknya maka akan menimbulkan permasalahan baru di sana. Dikhawatirkan ibunya ngamuk dan malah susah nanti," pungkasnya.

Baca juga: Harimau Masih Teror Warga Desa di Sadu Tanjabtim, Lima Ekor Ternak Sudah Jadi Korban

Baca juga: BKSDA Jambi Benarkan Adanya Laporan Harimau Masuk Kampung di Tanjabtim, Tapi Bukan di Berbak

Baca juga: Heboh Postingan Harimau Masuk Kampung di Kecamatan Berbak Tanjabtim, Ini Penjelasan Camat

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved