Breaking News:

China Tak Mau Lagi Danai PLTU Batubara, Nasib Indonesia Mendadak Jadi Sorotan

Presiden China Xi Jinping telah membuat komitmen iklim baru dengan berjanji tidak akan membangun proyek pembangkit listrik batubara di luar negeri.

kompas.com
ilustrasi PLTU Batubara. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Presiden China Xi Jinping mengumumkan komitmen iklim baru ini dalam pidatonya di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Selasa (21/92021).

Jinping berjanji tidak akan membangun proyek pembangkit listrik batubara di luar negeri.

Katanya, China akan memberi dukungan keuangan untuk proyek energi hijau dan rendah karbon. Serta mengubah China yang menjadi penghasil emisi terbesar di dunia menjadi netral karbon pada 2060.

”Ini membutuhkan kerja keras yang luar biasa dan kami akan melakukan segala upaya untuk mencapai tujuan ini,” kata Jinping dalam rekaman pidatonya.

China, lanjutnya, akan meningkatkan dukungan untuk negara berkembang lainnya dalam mengembangkan energi hijau dan rendah karbon.

”Kami tidak akan membangun proyek pembangkit listrik tenaga batubara baru di luar negeri,” katanya.

Baca juga: Pembangunan PLTU di Sarolangun Macet, Cek Endra Sebut Belum Ada Investornya

Baca juga: Al Haris Singgung PLTU Mulut Tambang di Sarolangun Tak Kunjung Ada Realisasi, Ini Kata Menko Luhut

Implikasi terhadap Indonesia

Sejumlah lembaga masyarakat sipil yang tergabung dalam Gerakan #BersihkanIndonesia menyambut baik komitmen iklim baru Presiden Xi Jinping.

Namun, mereka akan memantau komitmen ini secara kritis, terutama terhadap proyek PLTU yang saat ini sedang dijalankan di Indonesia.

Investasi China di Indonesia dalam industri batubara telah berkontribusi signifikan terhadap emisi gas rumah kaca di Indonesia, polusi udara, dan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat setempat.

"Kami berharap Pemerintah Indonesia melalui bank sentral dan bank-bank milik negara segera mengikuti dan membuat pengumuman serupa,” kata Sisilia Nurmala Dewi, Indonesia Team Leader 350.org, Rabu (22/9/2021)

Menurut data Gerakan #BersihkanIndonesia, sekitar 71 persen dari daftar pembangkit listrik energi kotor batubara di Indonesia saat ini didukung oleh China.

Setidaknya ada lebih dari 30 PLTU dengan total kapasitas lebih dari 10 GW, baik dalam fase pendanaan dan prakonstruksi maupun baru saja masuk dalam tahapan awal pembangunan.

Di sektor energi Indonesia, dalam kurun waktu 2000-2019, China telah menggelontorkan dana investasi sebesar 9,6 miliar dollar AS. Sebanyak 9,3 miliar dollar AS hanya untuk pembangkit listrik energi batubara.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved