Breaking News:

Berita Kota Jambi

DHL Provinsi Jambi Ajukan Ketersediaan Insentif Bagi Masyarakat, Pelaku Usaha, Maupun Komunitas Ini

Berita Jambi-Diperkirakan satu orang di Indonesia ini menghasilkan 0,5 kg sampah per harinya, sehingga jika tidak dikelola dengan baik

Penulis: Fitri Amalia | Editor: Nani Rachmaini
Istimewa
Webinar World Cleanup Day 

TRIBUNJAMBI.COM - Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jambi, Asnelly Ridha Daulay, pada kegiatan Webinar World Cleanup Day (WCD) Jambi 2021 mengatakan, sampah rumah tangga merupakan potensi sampah yang besar dan berlangsung terus setiap harinya.

Diperkirakan satu orang di Indonesia ini menghasilkan 0,5 kg sampah per harinya, sehingga jika tidak dikelola dengan baik sampah tersebut dapat menjadi tumpukan yang sangat tinggi dan berpotensi merusak kelestarian lingkungan.

"Selain sampah rumah tangga ada juga potensi sampah lain yang mungkin agak luput kita perhatikan yakni warung-warung makan, rumah makan, serta perkantoran yang juga besar potensinya dan itu juga bersifat harian," kata Asnelly, Kamis (16/9/2021).

Dia mengatakan, merubah mainset masyarakat untuk pemilahan sampah dari rumah tangga masing-masing bukanlah pekerjaan yang mudah. Kampanye ini telah dilakukan terus oleh Kementerian lingkungan hidup kemudian ditindaklanjuti oleh Dinas Lingkungan Hidup tingkat Provinsi Jambi maupun Kabupaten/Kota Jambi.

Perlu kesadaran dan juga keterlibatan masyakat serta komunitas untuk menyelesaikan permasalah sampah.

"Dari segi regulasi juga tentang persampahan mulai dari persampahan domestik maupun sampah yang bersifat spesifik itu sudah lengkap semua regulasinya dari pusat hingga Kabupaten/kota, di wilayah Provinsi Jambi kita juga sudah membuat turunannya yakni kebijakan strategi penanganan sampah level Provinsi dan kabupaten/kota yang sudah ditetapkan melalui Pergub dan Perkot, dan ditetapkan target untuk pengurangan sampah itu 30% dan untuk penanganan sampah sebanyak 70%, tetapi jika masyarakat atau komunitas tidak dilibatkan untuk aksi aksi penanganan sampah tersebut saya pikir itu hanya jadi angkan saja, karena itu saya senang mahasiswa tergerak terjun dibidang perlindungan lingkungan terutama dalam hal penanganan sampah," ujarnya.

Asnelly mengatakan, pada tahun ini Dinas PU Provinsi Jambi sedang menyusun dokumen kebijakan penanganan sampah yang nantinya akan berbentuk Perda.

DLH sedang memperjuangkan agar dalam Perda tersebut tersedia insentif atau adanya dorongan berupa materil maupun kemudahan kemudahan kepada masyarakat maupun komunitas yang berkecimpung dibidang penanganan sampah.

"Saya pikir insentif ini sangat penting untuk diberikan karena sampah sekarang ini digaungkan sebagai sumber ekonomi baru, artinya dari sampah akan bisa dikelolah menjadi uang dan diharapkan memunculkan pengusaha pengusaha dibidang penanganan sampah, jika perda ini menampung insentif untuk diberikan kepada pelaku masyarakat, pengusaha atau komunitas dibidang persampahan ini akan jadi kabar gembira dan mudah-mudahan keterlibatan masyarakat lebih besar lagi dalam penanganan sampah di Provinsi Jambi," pungkasnya. (*)

Baca juga: Webinar WCD Jambi 2021 Gandeng DLH Kota Jambi, WARSI, dan Gita Buana Club Sebagai Pemateri

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved