Yasonna Laoly Didesak Buat Terobosan untuk Atasi Masalah Lapas
Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly diminta menciptakan terobosan baru untuk memperbaiki kondisi Lapas di Indonesia.
TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Kasus kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang, Banten jadi sorotan publik. Total korban jiwa kebakaran itu mencapai 45 orang.
Pengamat komunikasi politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing meminta Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly menciptakan terobosan baru untuk memperbaiki kondisi lembaga pemasyarakatan (lapas) di Indonesia.
Menurut Emrus, hal tersebut dinilai lebih penting daripada mendesak Yasonna mundur dari kursi jabatannya sebagai Menkumham atas tragedi kebakaran yang merenggut puluhan nyawa narapidana.
"Saya kira orang yang mengajukan (mundur) rasional juga. Tetapi saya berpendapat dari sisi aspek lainnya, bahwa akan jauh lebih baik kalau misalnya mundur, apakah itu solusi?" ujar Emrus dalam diskusi virtual bertajuk Misteri Tragedi Lapas Tangerang, seperti dikutip dari Kompas.com, Minggu (12/9/2021).
Ia juga menyoroti permintaan maaf yang disampaikan Yasonna atas tragedi kebakaran lapas merupakan bentuk empati dan tanggung jawab.
Menurutnya, dengan meminta maaf, Yasonna mengakui ada kekurangan dalam manajemen pengelolaan lapas.
"Tetapi jauh lebih baik kalau misalnya Menkumham, dan Dirjen Pas melakukan terobosan-terobosan baru," katanya.
Pasalnya, sudah lama kondisi manajemen lapas yang kurang baik. Tidak hanya pemerintahan saat ini, melainkan terjadi juga di pemerintahan sebelumnya.
Karena itu Emrus menilai, insiden kebakaran Lapas Kelas I Tangerang seharusnya bisa menjadi pintu masuk perbaikan pengelolaan lapas sesegera mungkin.
Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa kebakaran Lapas Kelas I Tangerang menjadi persoalan bersama, tidak hanya Menkumham maupun Dirjen Pas.
"Ini persoalan negara, tidak sekadar boleh kita limpahkan kepada Menteri, Dirjen atau orang yang ada di situ," ujarnya.
Baca juga: Korban Kebakaran Lapas Tangerang Bertambah Lagi, Total 45 Napi Tewas
Baca juga: Komnas HAM Temukan Bukti Penggunaan Arus Listrik Tak Wajar dalam Sel Lapas Tangerang
Untuk itu, ia juga mempertanyakan sikap DPR ketika melakukan kunjungan kerja dengan pemerintah ke lapas-lapas di Indonesia.
Dia mempertankan DPR tidak menyampaikan kritik sekaligus solusi untuk perbaikan lapas.
Emrus menilai, kebakaran Lapas Kelas I Tangerang merupakan korban koordinasi komunikasi antara legislatif dan pemerintah yang tidak berjalan dengan baik.
"Saya yakin betul, teman-teman DPR berkunjung ke lapas-lapas lain. Persoalan-persoalan seperti ini banyak, salah satu di antaranya sudah menjadi suatu hal yang biasa kita dengar, overcapacity," tutur dia.