Breaking News:

Pengembalian Dana Desa Awin Diangsur, Inspektur Batanghari Beri Batas Waktu hingga Septemper

Polres Batanghari meminta masalah Desa Awin, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari diserahkan ke APIP (Aparat Pengawas Internal Pemerintah).

Penulis: A Musawira | Editor: Teguh Suprayitno
tribunjambi/musa
Inspektur Daerah Batanghari, Mukhlis. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN-Inspektur Daerah Batanghari, Mukhlis memberi batas waktu pengembalian dugaan penyelewengan Dana Desa (DD) Desa Awin, Kecamatan Pemayung.

Inspektorat menemukan penyelewengan itu dari 2019 dan 2020. 

Mukhlis mengatakan Polres Batanghari meminta masalah Desa Awin, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari diserahkan ke APIP (Aparat Pengawas Internal Pemerintah).

Menurut Inspektur DD Awin pada 2019 juga bermasalah berdasarkan hasil temuan Inspektorat Batanghari sebesar Rp 291 juta. 

Kemudian pada 2020 ada masalah lagi dari hasil pembangunan kegiatan sumur bor sebanyak 20 unit.

"Temuan Inspektorat Batanghari Rp 127 juta ditambah pajak Rp 44 juta. Kemudian tambah lagi setoran yang ditipu Rp 90 juta. Jadi total temuan Inspektorat Batanghari pada 2020 sebesar Rp 351 juta," kata Mukhlis selaku Inspektur Daerah Batanghari, Jumat (10/9/2021).

Mukhlis menyampaikan pada 30 Agustus 2021 ada pembayaran dari Hari selaku PTK sumur bor sebesar Rp 96 juta ditambah pajak Rp 20 juta dan Pj Kades membantu Rp 10 juta serta Sekdes membantu Rp 5 juta.

"Jadi temuan yang belum dibayar sebesar Rp 140 juta dari total keseluruhan temuan sebesar Rp 351 juta. Jatuh tempo pembayaran temuan berkisar 16-17 September 2021," katanya.

Inspektorat ada toleransi karena sudah ada niat perangkat Desa Awin mengansur dugaan penyelewengan. Bendahara desa bernama Sowi berjanji akan menjual tanah, mudah-mudahan selesai pekan depan.

"Harapan saya begitu, karena dia duitnya sudah cair di bank. Kalau tidak dibayarkan, Sowi sendiri nanti yang saya limpahkan ke Polres Batanghari. Sowi merupakan Bendahara. Ia yang mengelola duit itu," ujarnya.

Baca juga: Guru di Batanghari Diingatkan Agar Segera Vaksin Jika Memberi Pelajaran Tatap Muka

Baca juga: Subdit III Ditresnarkoba Polda Jambi Ringkus 5 Warga Kota Jambi Jaringan Pengedar Sabu

Baca juga: Antrean Panjang Pengisian Solar di SPBU Kota Jambi, Pertamina Sudah Suplai Sesuai Kuota

Lanjutnya, DD Awin pada 2019 digunakan untuk pembangunan jalan rabat beton. Cuma hasil temuan Inspektorat atas pembangunan jalan itu, kata Muhklis sebesar Rp 291 juta. Celakanya temuan tersebut dibayarkan menggunakan DD Awin 2020.

"Makanya jadi temuan kami lagi, ditambah lagi dengan temuan sumur bor 20 unit pada 2020 sebesar Rp 127 juta," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved