Breaking News:

Berita Tanjabtim

Guna Memeriksa Psikologis Anak, Pemerintah Akan Bawa Korban Penganiayaan ke Psikolog

Pasca viral kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur yang terjadi di Kabupaten Tanjabtim, kejadian tersebut langsung menarik perhatian dari berbaga

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
tribunjambi/abdullah usman
Potongan video ayah di Tanjung Jabung Timur aniaya anak. Viral Seorang Warga di Tanjab Timur Lempar Bocah ke Sungai Yang Jadi Habitat Buaya 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Didampingi Camat Sabak Barat, Dinas Sosial Kabupaten dan Balai perlindungan perempuan dan Balai Alyatama Provinsi Jambi, meninjau langsung kondisi korban kekerasan terhadap anak di bawah umur di Kelurahan teluk Dawan Kecamatan Sabak Barat, Selasa (7/9)

Dalam kunjungan tersebut rombongan bertemu langsung dengan R (7) yang menjadi korban kekerasan.

Bahkan inas terkait melakukan interaksi langsung bersama korban dan ibunya yang berada di rumah.

Potongan video ayah di Tanjung Jabung Timur aniaya anak. Viral Seorang Warga di Tanjab Timur Lempar Bocah ke Sungai Yang Jadi Habitat Buaya
Potongan video ayah di Tanjung Jabung Timur aniaya anak. Viral Seorang Warga di Tanjab Timur Lempar Bocah ke Sungai Yang Jadi Habitat Buaya (tribunjambi/abdullah usman)

Dikatakan Camat Sabak Barat Arie Julian Saputra, usai mengunjungi korban kekerasan, tadi pihaknya mencoba melakukan komunikasi dengan korban.

Namun memang kondisi anak R belum belum sepenuhnya bisa diajak komunikasi dengan baik.

Terpisah, Kepala UPTD Perlindungan Anak Provinsi Jambi Asi Noprini, ketika dikonfirmasi menuturkan, pasca video viral yang melibatkan anak di bawah umur di Kabupaten Tanjabtim tersebut, pihaknya berkoordinasi langsung bersama pihak di kabupaten.

"Saat ini kita sudah koordinasi bersama dinas terkait di Tanjabtim, terkait langkah apa dan tindakan apa saja yang sudah dilakukan pihak kabupaten. Termasuk kendala dan apa saja yang mereka butuhkan termasuk psikolog untuk pemeriksaan anak (korban), " ujarnya, Selasa (7/9/2021).

Lanjutnya, saat ini pihaknya masih belum menerima laporan untuk menindak lanjuti kasus kekerasan anak yang baru terjadi kemarin.

Karena memang kasus tersebut masih dalam tahap pemeriksaan pihak kepolisian.

"Saat ini di tanjabtim kita juga sedang menangani kasus pencabulan, memang kasus kekerasan terhadap anak tahun ini cukup tinggi di Tanjabtim," jelasnya.

Baca juga: Cara Mengatasi Daun Aglonema Mengecil, Ganti Media Tanam baru dengan Sekam dan Pupuk Kandang

Baca juga: Kasus Tabrak Lari Sopir Mobil Ayam Potong di Kota Jambi Masih Berlanjut, Korban dan Pelaku Mediasi

Lanjutnya, untuk pelaku saat ini sudah ditangkap dan diamankan pihak kepolisian. Untuk korban sendiri saat ini dalam pendampingan pihak terkait termasuk tim P2TP2A di Kabupaten.

"Yang jelas sekarang masih dibawah pengawasan dinas sosial dan perlindungan anak Kabupaten. Jika mereka membutuhkan sesuatu nanti malam kita akan membantu," jelasnya.

"Mungkin kita nanti akan turun ke Kabupaten Tanjabtim, untuk meninjau langsung," pungkasnya. ( Tribunjambi.com/Abdullah Usman)

Baca juga: Viral Seorang Warga di Tanjab Timur Lempar Bocah ke Sungai Yang Jadi Habitat Buaya

Baca juga: Puluhan PKH di Tanjabtim Hingga Kini Masih Belum Bisa Menarik Bantuan, Ini Penjelasan Dinsos

Baca juga: Kasus Kekerasan dan Asusila Anak di Muarojambi Tertinggi di Jambi, Apa Sebabnya? 

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved