Tips Kesehatan
Penyebab Risiko Kanker Meningkat, Bisa Karena Minum Teh Panas
Konsumsi teh panas berkorelasi dengan timbulnya kanker kerongkongan. kanker kerongkongan adalah jenis kanker kedelapan yang paling umum di dunia.
TRIBUNJAMBI.COM - Minuman teh termasuk populer di Indonesia.
Biasanya teh jadi minuman andalan yang disajika di rumah untuk tamu bertandang.
Atau sebagai salah satu minuman yang biasa dipesan di resto atau rumah makan.
Rupanya dibalik kenikmatannya teh menyimpan potensi untuk meningkatkan risiko kanker.
Sebuah studi dari Universitas Peking di Beijing, Cina, telah menemukan bahwa suhu teh yang dikonsumsi dapat mempengaruhi kesehatan seseorang, terutama pada kelompok yang memiliki risiko terkena penyakit serius.
Penulis utama studi Jun Lv, seorang mahasiswa doktoral dari Departemen Epidemiologi dan Biostatistik Universitas Peking, menemukan bahwa konsumsi teh panas berkorelasi dengan timbulnya kanker kerongkongan.
Menurut World Cancer Research Fund International, kanker kerongkongan adalah jenis kanker kedelapan yang paling umum di seluruh dunia.
Menurut Lv, minum teh panas secara teratur dikaitkan dengan kanker kerongkongan pada orang yang juga merokok dan minum alkohol.
Dengan demikian menunjuk pada konjungtur kompleks yang menguntungkan untuk perkembangan penyakit ini.
Lv dan rekan melakukan penelitian mereka sebagai bagian dari National Science Foundation of China dan National Key Research and Development Program temuan studi ini pun diterbitkan dalam jurnal Annals of Internal Medicine.
Baca juga: Cara Menurunkan Kolesterol Menggunakan Obat Herbal Alami dari Teh Hijau
Peningkatan lima kali lipat dalam risiko kanker
Lv dan tim mempelajari hubungan antara minum teh pada suhu yang sangat tinggi dan perkembangan kanker kerongkongan pada populasi di Tiongkok.
Menurut para peneliti, populasi pria kemungkinan besar tidak hanya tertarik pada teh panas, tetapi juga pada rokok dan alkohol.
Kombinasi tembakau, alkohol, senyawa yang ditemukan dalam teh, dan efek negatif dari minuman yang disajikan pada suhu yang sangat tinggi kemungkinan akan berdampak buruk terhadap kesehatan.
Para peneliti memantau kesehatan peserta dalam studi China Kadoorie Biobank, yang bertujuan untuk mengumpulkan data tentang perkembangan penyakit kronis, termasuk penyakit jantung, kanker, dan diabetes di Tiongkok.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/06122016_teh_20161206_091541.jpg)