Berita Muarojambi

Mahasiswa KKN Unja Angkat Potensi Budaya dan Pariwisata Desa Baru Muarojambi

Desa Baru di Kecamatan Maro Sebo Muarojambi dikenal memiliki banyak nilai-nilai kebudayaan dan potensi pariwisata

Penulis: Fitri Amalia | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
ist
Suasana festival budaya di Desa Baru Muarojambi di Lokasi Wisata Lubuk Penyengat 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sebagai desa yang berada di Kawasan lintasan Percandian Muara Jambi, Desa Baru di Maro Sebo Muarojambi menjadi salah satu desa penyangga yang cukup strategis dan potensial dalam hal pengembangan pariwisata dan kebudayaan.

Desa Baru dikenal dengan sebutan Desa Satu Kata Seribu Cerita Sejuta Karya.

Desa yang berada di Kecamatan Maro Sebo ini, juga dikenal memiliki banyak nilai-nilai kebudayaan dan potensi pariwisata yang perlahan mulai tergerus akibat adanya wabah pandemi Covid-19 serta perkembangan teknologi globalisasi yang kian mengikis pengetahuan generasi muda saat ini akan nilai-nilai kebudayaan.

Keberadaan Mahasiswa/I Kuliah Kerja Nyata (KKN) Bersama Posko VI di Desa Baru, tentunya membawa satu semangat baru bagi seluruh masyarakat khususnya pelaku wisata dan kebudayaan.

Melalui observasi-observasi dan diskusi yang telah dilakukan, timbul keinginan dan harapan dari segenap mahasiswa/I untuk menciptakan suatu wadah dan ruang ekspresi tentang nilai-nilai kebudayaan dan pariwisata desa.

"Setelah melakukan tinjauan obervasi dan diskusi, saya merasa bangga dengan kekayaan budaya dan potensi pariwisata Desa Baru, ini merupakan satu potensi yang harus diketahui khalayak sehingga timbul gebrakan desa wisata yang berbasis kearifan lokal," ungkap Sirajul, Ketua Posko VI KKN Bersama Desa Baru, Selasa (24/8/2021).

Tepatnya dengan momentum kemerdekaan Indonesia, Hari Minggu (15/08/2021) bertampat di Lokasi Wisata Lubuk Penyengat, Desa Baru diadakan kegiatan Festival Budaya Desa Baru dengan tema “Membangkitkan Kembali Nilai-Nilai Kebudayaan Desa Satu Kata Seribu Cerita Sejuta Karya”.

Kegiatan Festival tersebut mengusung banyak kegiatan, diantaranya lomba masak-memasak makanan khas desa, persembahan tarian lukah gilo khas Desa Baru serta lomba permainan tradisional bagi anak-anak, ujar ketua panitia pelaksana.

Selain itu, dalam kegiatan pembukaan juga dilakukan penanaman secara simbolis dari Gerakan tanam 5000 bibit pohon di sepanjang aliran sungai yang telah dinormalisasi.

"Harapan kami dari kegiatan tersebut terciptanya satu semangat bagi para komunitas-komunitas budaya dan pariwisata desa untuk kembali menghidupkan promosi kebudayaan dan lokasi wisata serta membuka mata dan perhatian pemerintah untuk membantu penataan dan peningkatan kearifan dan kekayaan lokal yang ada di Desa Baru," pungkas Sirajul.

Adapun kegiatan tersebut dibuka secara langsung oleh Bupati Muaro Jambi yang dalam hal ini diwakilkan oleh Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kab. Muaro Jambi, Riduwan, S.Sos., M.Si. Turut serta hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BPCB Jambi, Dr. Agus Widiatmoko, S.S serta Bapak Camat Maro Sebo H. Isah, S.Sos.I., M.Ag.

Baca juga: Mahasiswa KKN Unja Ajak Masyarakat Desa Baru Muarojambi Tanam 5.000 Bibit Pohon

Baca juga: Mahasiswa KKN Unja di Tanjabtim Manfaatkan Limbah Lidi Sawit Menjadi Kerajinan

Baca juga: Mahasiswa KKN Universitas Siliwangi di Desa Rantau Karya Sosialisasikan PHBS Guna Cegah Covid-19

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved