Mahasiswa KKN Unja Ajak Masyarakat Desa Baru Muarojambi Tanam 5.000 Bibit Pohon
Penulis: Fitri Amalia | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI - Kepala Desa Baru Datok M Yusuf mengatakan, pelebaran sungai yang ada di sepanjang desa baru bertujuan untuk membangun wisata air yang indah, sebab desa baru merupakan desa penyanggah dari daerah percandian Muarojambi.
Pelebaran sungai ditargetkan selesai pada akhir bulan agustus. Hal tersebut diungkapkan Datok Desa Baru pada pertemuan Forum Grup Diskusi (FGD) wisata Desa Baru bersama seluruh perwakilan kelompok wisata dan mahasiswa/i KKN Bersama Posko VI pada Selasa (3/8/2021) lalu.
Dari pembahasan tersebut didapatkan permasalahan yang terjadi yaitu melakukan normalisasi sungai agar 4-5 tahun kedepan mampu menjadi destinasi wisata air yang indah sebelum melakukan perjalanan menuju daerah percandian.
Satria Hardiansyah, Mahasiswa Pertanian Prodi Agribisnis Universitas Jambi yang tergabung dalam KKN Bersama telah mempersiapkan penanaman pohon dalam program kerjanya dengan cara mengajak kerjasama pihak Pariwisata Hutan Pinus untuk membantu memberikan bibit-bibit pohon yang dibutuhkan dalam proses normalisasi sungai yang ada di Desa Baru, Kecamatan Maro Sebo.
Ia mengatakan, penanaman bibit pohon merupakan salah satu cara untuk melakukan normalisasi sungai agar terlihat indah kembali, walaupun perubahan yang terjadi sedikit lama namun untuk jangka waktu 5 sampai 10 tahun kedepan akan memiliki nilai manfaat tersendiri baik bagi lingkungan masyarakat maupun para pariwisata yang turut menikmati keindahan sungai.
“Pentingnya koordinasi program normalisasi sungai pada pihak desa, dinas pariwisata maupun pihak lain yang terkait merupakan suatu cara untuk memantau dan sama-sama merawat agar proses normalisasi yang telah direncanakan dalam jangka panjang akan terwujud dengan baik,“ ujar satria, melalui pesan singkat Kamis (26/8/2021).
Proses penanaman simbolis dilakukan di Lubuk Penyengat Desa Baru yang dihadiri oleh Bapak Riduwan S.Sos, M.Si selaku KADIS Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Muaro Jambi, Bapak Dr Agus Widiatmoko S.S selaku Kepala Balai Cagar Budaya Jambi serta Bapak H. Isah, S. Sos. I., M.Ag selaku Camat Maro Sebo.
“Sebelum adanya Covid-19 Lubuk Penyengat dan Sungai Simpur merupakan destinasi andalan Desa Baru, Namun semenjak Covid Melanda Negeri ini tidak hanya Pariwisata Desa Baru yang mati, namun seluruh pariwisata yang ada di Indonesia mengalami mati suri, saya berterimakasih kepada pihak desa dan Mahasiswa KKN Bersama Posko VI mampu membuat program kerja yang luar biasa seperti ini. Sebab walau hanya 1 bulan kalian di desa ini, namun sangat membekas pada proses terbentuknya pariwisata sungai yang ada di Desa Baru” ujar Bapak Riduwan dikutip dalam keterangan tertulis.
Setelah melakukan penanaman simbolis, Seluruh peserta KKN Bersana Posko VI mengajak dan mengkoordinir seluruh masyarakat bersama-sama menanam bibit pohon di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) desa Baru, Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi.
Baca juga: Mahasiswa KKN Unja di Tanjabtim Manfaatkan Limbah Lidi Sawit Menjadi Kerajinan
Baca juga: Mahasiswa KKN Universitas Siliwangi di Desa Rantau Karya Sosialisasikan PHBS Guna Cegah Covid-19
Baca juga: Penutupan KKN Universitas Jambi, Wakil Rektor Berharap Mahasiswa dan Masyarakat Dapat Manfaatnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/ntmmym.jpg)