Gus Nur Dibebaskan

Gus Nur Dibebaskan Setelah Ditahan di Rutan Bareskrim, Jaksa Bilang Masa Pidana Sudah Habis

Berita Nasional - Sugi Nur Raharja alias Gus Nur ditahan di Rutan Bareskrim Mabes Polri karena terkait kasus ujaran kebencian

Editor: Rahimin
(ist/youtube ceramah lucu)
Gus Nur. Gus Nur Dibebaskan Setelah Ditahan di Rutan Bareskrim, Jaksa Bilang Masa Pidana Sudah Habis 

Gus Nur Dibebaskan Setelah Ditahan di Rutan Bareskrim, Jaksa Bilang Masa Pidana Sudah Habis

TRIBUNJAMBI.COM - Sugi Nur Raharja alias Gus Nur dibebaskan setelah ditahan di Rutan Bareskrim Mabes Polri.

Gus Nur ditahan di Rutan Bareskrim Mabes Polri karena terkait kasus ujaran kebencian.

Dibebaskannya Gus Nur dari Rutan Bareskrim Mabes Polri dikatakan Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan.

Kombes Pol Ahmad Ramadhan membenarkan Sugi Nur Raharja alias Gus Nur sudah dibebaskan dari Rumah Tahanan Bareskrim Polri, Selasa (24/8/2021).

Gus Nur, terpidana kasus dugaan ujaran kebencian dan penghinaan terhadap Nahdlatul Ulama (NU) itu dibebaskan karena masa pidana telah habis.

"Ya, pukul 10.00 WIB pagi tadi yang bersangkutan (Gus Nur) telah dijemput jaksa eksekutor dari Rutan Bareskrim Mabes Polri," kata Kombes Pol Ahmad Ramadhan seperti dikutip dari Antara, Selasa.

Dikatakan Kombes Pol Ahmad Ramadhan, Kepala Rutan Bareskrim Mabes Polri sudah menerima surat dari Kejari Jakarta Selatan perihal permintaan mengeluarkan Gus Nur dari tahanan.

"Surat dari Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan yang isi suratnya memerintahkan Karutan Bareskrim Polri untuk mengeluarkan saudara Gus Nur dari rutan karena masa pemidanaan sudah habis," katanya.

Dalam kasus ini, Gus Nur diduga menyebarkan informasi yang menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan berdasarkan SARA dan penghinaan.

Pernyataan Gus Nur diunggah dalam sebuah akun Youtube pada 16 Oktober 2020.

Setelah itu, Ketua Pengurus NU Cabang Cirebon Azis Hakim melaporkan Gus Nur ke Bareskrim Polri yang terdaftar dengan nomor laporan LP/B/0596/X/2020/Bareskrim tertanggal 21 Oktober 2020.

Aliansi Santri Jember juga melaporkan Gus Nur ke Polres Jember, Senin (19/10/2020).

Gus Nur dilaporkan karena diduga menghina NU dalam sebuah video wawancara dengan Refly Harun di YouTube.

“Kami melaporkan atas komentarnya di media sosial YouTube saat acara bersama Saudara Refly Harun,” kata Ketua Dewan Pembina GP Ansor Jember Ayub Junaidi.

Pernyataan Gus Nur yang dinilai menghina, saat mengumpamakan NU sebagai bus umum yang sopirnya mabuk, kondekturnya teler, kernetnya ugal-ugalan, dan isi busnya yakni PKI, liberal, dan sekuler.

Gus Nur didakwa melanggar Pasal 45A ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Pasal 45 ayat (3) jo Pasal 27 ayat (3) UU ITE. Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan vonis 10 bulan dan denda Rp50 juta terhadap Gus Nur, pada 30 Maret 2021.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Baca juga: Fakta Persidangan, Yaqut Cholil Qoumas Perintahkan Anak Buahnya Laporkan Gus Nur ke Polisi

Baca juga: Refly Harun Terancam Penjara Gegara Omongan Gus Nur, Polisi Cari Bukti Ujaran Kebencian pada NU

Baca juga: Gus Nur dan Jumhur Hidayat Positif Covid-19, Dirawat di RS Polri Bersama Lima Tahanan

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved