Ambulans Terjebak Macet

Kepala Puskesmas Rantau Rasau Soal Ambulans Terjebak Macet, 'Pasien Sudah Kritis Saat Menuju RSUD'

Video viral yang menggambarkan kondisi ambulan membawa pasien terjebak di jalan Desa Siau, yang diduga pasien tersebut meninggal akibat jalan rusak, c

Instagram/Kompas.com   
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Setelah Kepala Desa Siau berikan keterangan diduga ambulance terjebak macet hingga pasien meninggal, Kepala Puskesmas Rantau Rasau juga akan bicara.

Video viral yang menggambarkan kondisi ambulan membawa pasien terjebak di jalan Desa Siau, yang diduga pasien tersebut meninggal akibat jalan rusak, cukup disayangkan oleh Kepala Puskesmas Rantau Rasau.

Dikatakan Kapus Rantau Rasau Kurniawan, kepada tribunjambi.com menuturkan, terkait ambulan dan pasien tersebut memang benar dari Puskesmas Rantau Rasau yang akan dirujuk ke RSUD Nurdin Hamzah karena mengalami gejala sesak nafas setelah sempat melakukan perawatan di rumah.

Awalnya, pada Minggu pagi pasien yang diketahui sedang hamil tersebut datang ke Puskesmas untuk berobat karena ada keluhan sesak nafas. Pihak keluarga meminta untuk pasien dirawat di Puskesmas.

Sesuai aturannya, jika ingin dirawat pasien harus di cek rapid antigen terlebih dahulu. Setelah dilakukan tes rapid antigen ternyata pasien tersebut hasilnya reaktif.

"Karena pasien tadi reaktif, pihak Puskesmas tidak berwenang untuk melakukan rawat harus dirujuk ke RSUD. Namun pihak keluarga menolak dirujuk dan memilih isoman," jelasnya, Rabu (18/8/2021).

"Karena keluarga menolak dirujuk Puskesmas tidak memiliki wewenang untuk menahan, namun kita tetap memantau pasien dan memberikan perawatan saat isoman, " tambahnya.

Lanjutnya, selama perawatan isoman sejak hari minggu tersebut pihak Puskesmas juga melakukan pemantauan dan memenuhi kebutuhan si pasien termasuk ketersediaan pasokan oksigen di rumah pasien.

Selama isoman di rumah, pasien tadi sudah habis Tiga Tabung oksigen. Namun dari keterangan keluarga kondisi pasien cukup membaik, namun pada sore Selasa sesaknya kembali kumat dan langsung dirujuk ke RSUD.

"Saat mau dirujuk ke RSUD dari Puskesmas kondisi pasien memang sudah dalam keadaan kritis dan lemah, " jelasnya.

Terkait kapan meninggalnya, dirinya juga tidak bisa memastikan yang jelas memang dalam perjalanan. Namun jika Terkait macet saat membawa pasien ambulan berjalan lancar tidak terhenti ataupun terganggu (lancar) dan perkiraannya sesudah jalan macet kejadian tersebut terjadi.

"Keterangan staf saya yang juga ikut mendampingi pasien, pada saat perjalanan tidak macet hanya sedikit pelan saja, " jelasnya.

"Justru yang kami sesalkan, pada saat hari minggu itu ketika mau kami rujuk pihak keluarga tidak mau. Dan memilih untuk merawat sendiri, " pungkasnya.

Baca juga: Head to Head Southampton vs Man United di Liga Inggris 2021 Pekan Kedua

Baca juga: Viral! Ambulans di Tanjabtim Terjebak Macet Hingga Pasien Meninggal, Kades Siau Ungkap Faktanya

Baca juga: Biaya Tes PCR Covid-19 di Kimia Farma Turun Hampir 50%, Segini Harganya Sekarang

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved