Breaking News:

Simbol Perjuangan Warga Batanghari, Tugu Juang 45 Justru Tak Terawat

Monumen Perjuangan Masyarakat Batanghari di Jalan Gajah Mada atau tepatnya di bundaran Tapa Malenggang tidak terawat.

Penulis: A Musawira | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Musawira
Tugu Juang 45 Kabupaten Batanghari yang menggambarkan bagaimana masyarakat Batanghari melawan penjajah untuk perjuangan kemerdekaan Indonesia. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN-Monumen Perjuangan Masyarakat Batanghari di Jalan Gajah Mada atau tepatnya di bundaran Tapa Malenggang tidak terawat.

Pantauan Tribun Jambi di lokasi, Selasa (17/8/2021), kondisi monumen yang terletak di pusat Muara Bulian ini terlihat tidak terurus. 

Bangunan monumen yang menjulang tinggi sekira belasan meter itu terlihat sudah lama tidak dicat. Padahal posisinya terletak di tengah keramaian.

Dari catatan yang tertulis, monumen ini diresmikan pada 2005 oleh Bupati Batanghari semasa itu H. Abdul Fattah.

Monumen ini disebut Tugu Juang 45 Kabupaten Batanghari yang menggambarkan bagaimana masyarakat Batanghari melawan penjajah untuk perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Monumen yang mengilustrasikan seorang TNI yang mengahadap ke arah timur laut atau ke Sungai Batanghari ini bertujuan untuk menghadang penjajah yang datang dari Sungai Batanghari.

Patung yang menggambarkan seseorang TNI ini menggunakan seragam lengkap terlihat memegang senapan laras panjang  dengan posisi sigap menembakan.

Tugu Juang 45 yang ditonggak dengan empat batang bambu itu juga terdapat relief perjuangan yang dibuat di masing-masing bidang.

Relief pertama menggambarkan pertempuran di Sungai Rengas antara pasukan TNI dan pasukan Belanda, relief kedua pertempuran TNI dan Belanda di Sengkati, penyerangan markas pertahanan Belanda oleh pasukan TNI dibawah pimpinan Kolonel Abunjani di Durian Luncuk dan gelaran rapat kilat di seberang Lubuk Ruso.

Baca juga: Pemda Niat Pinjam Rp 300 Miliar, Fraksi di DPRD Batanghari Tolak Pembangunan Gedung Baru

Baca juga: Kapolres Sarolangun Tegas, Warga Dilarang Gelar Hajatan dan Lomba 17 Agustus di Tengah Pandemi

Baca juga: Menilik Museum Perjuangan Rakyat Jambi, Pesawat Catalina RI 005 hingga Uang Kupon Rakyat Jambi

Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Batanghari, Ilhamuddin mengatakan monumen perjuangan itu termasuk dalam estetika dan keindahan kota.

Tak hanya nilai historisnya saja, tapi ada nilai estetika.

“Pada prinsipnya ketika ini menjadi perhatian, kita dari DPRD siap untuk mensupport penganggaran itu. Kita inginkan monumen itu bagus, karena menyimpan nilai historisnya di sana,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved