Selasa, 14 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Resep Praktis

Asal Usul Donat dan Alasan Kenapa Tengahnya Bolong

Asal usul donat ada kisah yang menyebutkan pada abad pertengahan ke-19, Elizabeth Gregory (Ibu kapten kapal New England) membuat sebuah kue.

Editor: Nurlailis
Sajian Sedap
Asal usul donat 

TRIBUNJAMBI.COM - Camilan donat populer di Indonesia dan memiliki beragam jenis.

Harganya juga terjangkau. Masih ada yang menjual donat harga seribu hingga donat kekinian dengan ragam toping diatasnya yang harganya puluhan ribu per paket.

Donat memiliki cita rasa manis dan lembut. Penggemarnya juga mulai dari anak-anak hingga orangtua.

Rupanya asal usul donat memiliki cerita yang panjang untuk jadi populer di masyarakat Indonesia.

Awal kehadiran donat

Melansir dari Smithsonian, donat yang asli pertama kali datang ke Manhattan tetapi tidak sama sekali menggugah selera orang karena hanya sebatas "kue berminyak".

Ada kisah yang menyebutkan pada abad pertengahan ke-19, Elizabeth Gregory (Ibu kapten kapal New England) membuat sebuah kue.

Kue tersebut terbuat dari pala, kayu manis, dan kulit lemon untuk diberikan kepada anaknya dan kru saat perjalanan panjang agar mereka terhindar dari sakit saat perjalanan.

Dia menaruh hazelnut atau kenari di tengah kue tersebut dan secara harfiah disebut donat.

Dilansir dari The Spruce Eats, awalnya donat ini hanya bola-bola kue yang digoreng dengan lemak babi sampai berwarna coklat keemasan.

Akibat bagian tengah kue tidak matang secepat bagian luarnya, ditemukan solusi yaitu mengisi dengan isian yang tidak perlu dimasak seperti buah, kacang, atau yang lain.

Baca juga: Resep Asem-asem Daging Tanpa Santan, Bisa Pakai Daging Sapi atau Kambing

Pertama kali lubang donat ditemukan

Gregory membuat lubang di tengah bola adonan sebelum menggoreng. Sehingga keseluruhan adonan donat bisa matang sempurna. Tidak ada bagian tengah yang susah matang.

Namun, ini mendapat banyak tanggapan yang berbeda-beda.

Ada yang menilai hal tersebut untuk menjaga bahan, ada juga yang berpikir lubang dapat membuat keseluruhan donat lebih mudah dicerna.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved