RSUD Kekurangan Dokter
Kekurangan Dokter Spesialis, RSUD Nurdin Hamzah Terpaksa Gunakan Dokter Kontrak
Berita Tanjab Timur - Krisis dokter spesialis yang dialami RSUD Nurdin Hamzah Saat ini merupakan persoalan lama
Penulis: Abdullah Usman | Editor: Rahimin
Kekurangan Dokter Spesialis, RSUD Nurdin Hamzah Terpaksa Gunakan Dokter Kontrak
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Krisis dokter spesialis yang dialami RSUD Nurdin Hamzah Saat ini merupakan persoalan lama yang masih menjadi PR besar yang harus diselesaikan.
Saat ini, selain bekerja sama dengan Universitas Sriwijaya, RSUD Nurdin Hamzah juga menggaet Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDIA) meski bersifat kontrak.
Kepala RSUD Nurdin Hamzah Nasrul mengatakan, untuk menyiasati kekurangan dokter spesialis di RSUD Nurdin Hamzah, pihaknya melakukan kerja sama dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Jambi.
"Alhamdulillah kerjasama kita dengan IDAI Cabang Jambi mendapat respon, dan dalam satu minggu sekali ada dokter anak kontrak yang masuk ke RSUD Nurdin Hamzah," ujarnya.
Saat ini untuk dokter kontrak yang ada di RSUD Nurdin Hamzah terdiri dari dokter spesialis radiologi, spesialis patologi klinik, spesialis neurologi, spesialis mata dan spesialis anak.
"Dokter tersebut datang ke RSUD Nurdin Hamzah satu minggu sekali. Kecuali dokter mata, masuk ke RSUD Nurdin Hamzah satu minggu dua kali, yakni di hari Selasa dan Kamis," ujar Nasrul.
Nasrul menyebutkan, untuk dokter spesialis yang menetap di RSUD Nurdin Hamzah belum ada, tetapi ada beberapa orang dokter spesialis yang menetap di kabupaten ini dengan status PNS, jadi rutin ada di sini.
"Kami juga sudah melakukan koordinasi dengan pihak BKPSDMD agar dibuka formasi CPNS untuk spesialis anak di Kabupaten Tanjab Timur, agar bisa mengisi kekosongan yang ada saat ini," pungkasnya. (tribunjambi/abdullah usman)
• RSUD Nurdin Hamzah Tanjab Timur Kekurangan Dokter Spesialis, Nasrul Berusaha Mendapatkan Dokter
• Al Haris Sidak RSUD Raden Mattaher, Kalau Sampai Mogok & Heboh di Nasional, Kamu Saya Pecat Fer
• Yuhdi DPO Yang Tewas Ditembak Polisi di Batanghari, Ternyata Punya 6 Perkara Tindak Pidana