DPO Tewas Ditembak
Demi Menangkap Yuhdi DPO Kasus Pembunuhan, Polisi Mengendap Seminggu di Hutan
Polisi sangat kesulitan untuk menangkap Yuhdi, warga Kecamatan Maro Sebo Ulu, Kabupaten Batanghari. Polisi akhirnya menembak yuhdi hingga tewas
Penulis: A Musawira | Editor: Suang Sitanggang
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Polisi sangat kesulitan untuk menangkap Yuhdi, warga Kecamatan Maro Sebo Ulu, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi.
Yuhdi (dalam berita tadi malam disebut Zuhdi) telah ditetapkan sebagai DPO sejak tahun 2015 lalu atas kasus pembunuhan dan berbagai kasus lainnya.
Namun untuk menangkap pria berusia 40 tahun tersebut selalu saja ada kendala, apalagi Yuhdi selalu membawa senjata api.
Kapolres Batanghari AKBP Heru Ekwanto akhirnya memerintahkan penangkapan pada Yuhdi sebagai prioritas sejak 28 Juli 2021 lalu.
Selama 16 hari personel gabungan dari Satreskrim dan Satintel telah masuk ke area Mekar Sari Kecamatan Maro Sebo Ulu untuk upaya penyelidikan.
Mereka bergerak untuk bisa mengungkap keberadaan Yuhdi, untuk selanjutnya ditangkap.
Kapolres mengatakan, sejak 2015, sudah beberapa kali dilakukan upaya penangkapan.
Namun selalu saja gagal karena informasi tentang petugas turun ke lokasi selalu bocor kepadanya.
Selain itu, upaya penangakapan juga mendapat perlawanan dari Yuhdi. Ia tak segan melepaskan tembakan.
Baca juga: Kronologi Yuhdi DPO 6 Tahun Warga Batanghari Yang Tewas Setelah Baku Tembak Dengan Polisi
Suatu waktu, kata Kapolres, anggotanya hampir terkena tembakan saat akan menangkap Yuhdi.
"Dengan mempertimbangkan keamanan di tengah masyarakat, kita mengantisipasi kerugian atau korban lebih banyak, sehingga kami mundur,” ujarnya.
Kapolres AKBP Heru Ekwanto mengungkapkan, Kamis 12 Agustus adalah puncak penyelidikan.
Polisi sudah satu minggu mengendap di hutan untuk mengikuti Yuhdi yang berstatus menjadi DPO.
Akhir pencarian akhirnya di jalan setapak di Desa Mekar Sari di tengah kebun sawit.
Yuhdi pada sore hari terlihat membawa sepeda motor dengan membonceng istrinya.