Breaking News:

Kasus Pemotongan Insentif Pajak

Diperiksa Selama Enam Jam, Mantan Kepala BPPRD Kota Jambi, Akhirnya Ditahan Jaksa

Subhi datang sekira pukul 09.00 WIB untuk menyerahkan diri didampingi Penasehat Hukumnya Bahrul Ilmi Yakub, dan langsung menjalani pemeriksaan sebagai

Penulis: Deni Satria Budi | Editor: Deni Satria Budi
Tribunjambi/deni satria budi
Subhi memakai rompi merah saat akan dibawa ke mobil tahanan dan dititipkan ke sel Polsek Telanaipura, Selasa (3/8/2021) sekira pukul 17.00 WIB 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Mantan Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi (BPPRD) Kota Jambi, Subhi, yang terjerat kasus dugaan tindak pidana korupsi, pemotongan pembayaran dana insentif pemungutan pajak pada Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Kota Jambi dari tahun 2017 sampai dengan 2019, Selasa (3/8) sekira pukul 17.00 WIB, ditahan penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Jambi.

Subhi datang sekira pukul 09.00 WIB untuk menyerahkan diri didampingi Penasehat Hukumnya Bahrul Ilmi Yakub, dan langsung menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.

Ketua Tim Penyidik, Gempa Awaljon, mengatakan, setelah menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik selama enam jam, tersangka Subhi yang sempat melarikan diri dan masuk daftar pencarian orang (DPO), karena tidak pernah hadir dipanggil penyidik, akhirnya setelah diperiksa langsung ditahan pada pukul 17.00 WIB dibawa ke sel tahanan Mapolsek Telanaipura, sebagai titipan jaksa.

Baca juga: Akhirnya Subhi Mantan Kepala BPPRD Kota Jambi menyerahkan Diri ke Kejaksaan Negeri Jambi

Sebelumnya, tersangka menjalani pemeriksaan sejak pukul 09.00 WIB dan selesai pemeriksaan pukul 16.45 WIB dengan menjawab sebanyak 30 pertanyaaan oleh jaksa penyidik Kejari Jambi.
Menggunakan baju kaos berkerah dan memakai jaket biru, serta celana jean biru, tersangka Subhi dibawa penyidik Kejari Jambi, menuju ke tahanan Mapolsek Telanaipura, menggunakan mobil tahanan untuk menjalani masa tahanan selama 20 hari ke depan.

Sebelumnya, penasehat hukum tersangka Subhi, mengatakan, hari ini kliennya menjalani pemeriksaan pertama sebagai tersangka dan juga sudah mengajukan pra peradilan atas kasus ini ke Pengadilan Negeri Jambi, namun ditolak oleh hakim.

"Pak Subhi datang ke Kejari atas kesadaran sendiri untuk memenuhi panggilan penyidik Kejari, tidak ada paksaan atau perintah siapa pun klien kami datang hari ini," kata Bahrun Ilmi.

Menurut Bahrul, pihaknya mengapresiasi proses pemeriksaan oleh kejaksaan dalam rangka memberiksan kepastian hukum. Selaku kuasa hukum dan pihak keluarga, secara sukarela datang ke Kejaksaan mengantarkan Subhi.

"Selaku kuasa hukum secara sukarela dengan kesadaran hukum yang tinggi, untuk mengantarkan pak Subhi untuk diperiksa sebagai tersangka. Dalam rangka mencari kepastian hukum dan keadilan supaya masalah ini tidak menggantung," bilang Bahrul.

Baca juga: BREAKING NEWS: Hakim Tolak Praperadilan yang Diajukan Mantan Kepala BPPRD Kota Jambi

Pihaknya juga siap dengan apapun kemungkinan yang terjadi setelah ini termasuk jika Subhi langsung ditahan.

"Itu kewenangan penyidik untuk menilai secara subjektif dan objektif. Kita sebagai orang yang diperiksa siap dengan segala kemungkinan. Termasuk kemungkinan ditahan kalau itu memang urgen," kata Bahrul.

Selama pelariannya, kata Bahrul, dari yang dia ketahui, Subhi berada di Kota Jambi dan beberapa kali ke luar daerah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved