Breaking News:

Kasus Dana Desa

Mantan Kepala Desa Pemayungan Tebo Divonis Kasus Dana Desa, Ternyata Juga Napi Kasus Pembunuhan

Berita Kriminal -Tribunjambi.com menelusuri, kasus pembunuhan itu terjadi pada 2019 silam, bersama dua pelaku lainnya, yaitu Dedi Sihombing (44)

Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Rahimin
afp
Ilustrasi - Mantan Kepala Desa Pemayungan Tebo Divonis Kasus Dana Desa, Ternyata Juga Napi Kasus Pembunuhan 

Mantan Kades Desa Pemayungan Divonis Kasus Dana Desa, Ternyata Juga Napi Kasus Pembunuhan

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Mantan Kepala Desa Pemayungan, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Syaharudin (39) yang dinyatakan bersalah dalam perkara tindak pidana korupsi, ternyata juga merupakan narapidana perkara pembunuhan.

Tribunjambi.com menelusuri, kasus pembunuhan itu terjadi pada 2019 silam, bersama dua pelaku lainnya, yaitu Dedi Sihombing (44) dan Wayan Budiane (48).

Saat itu dia dijatuhi pidana penjara selama 16 tahun oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Tebo.

Dia divonis bersalah karena menjadi otak pembunuhan Hendra, yang juga warga Desa Pemayungan, Kabupaten Tebo, Jambi.

Terkait hal itu, juru bicara Pengadilan Negeri Jambi, Yandri Roni, tidak menampik.

Saat dikonfirmasi, dia menyebut, mantan Kades Pemayungan itu harus menjalani hukuman yang telah diputusakan sebelumnya, ditambah hukuman perkara tindak pindana korupsi yang baru diputus Kamis (29/7/2021) lalu.

"Dijalani keduanya. Setelah kasus pembunuhannya dijalani, ketika habis, maka ditambah lagi dijalani yg putusan tipikornya," jelasnya.

Yandri membenarkan, jika saat ini terdakwa tipikor itu kembali ditahan di lapas klas II B Tebo untuk menjalani hukuman yang masih berjalan.

"Iya, benar. Semua pidananya harus dijalani terdakwa," ulasnya.

Beberapa hari lalu, pihak Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jambi menjatuhi hukuman 18 bulan dan denda Rp50 juta terhadap Syaharudin atas perkara dugaan penyalahgunaan dana Desa Pemayungan tahun 2017-2019. Selain itu, terdakwa juga dihukum membayar uang pengganti Rp400.181.600.

Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jambi menyatakan terdakwa secara melawan hukum, melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara sebagaimana dakwaan subsider penuntut umum, pasal 3 Jo pasal 18 ayat (1), (2) dan (3) Undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-undang RI nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.(Tribunjambi.com/ Mareza Sutan A J)

Enam Terdakwa Kasus Sabu di Jambi Dituntut 1,5 Tahun Penjara

Pj Kades Seponjen akan Disidang 2 Agustus Mendatang Terkait Dana Desa Tahun 2019

Kabar Duka Bagi Dunia Kesehatan, Seorang Dokter di RSUD STS Tebo Meninggal Dunia Terpapar Covid-19

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved