Dokter di Tebo Meninggal
Kabar Duka Bagi Dunia Kesehatan, Seorang Dokter di RSUD STS Tebo Meninggal Dunia Terpapar Covid-19
Berita Tebo -Kabar ini dibenarkan Direktur utama (Dirut) RSUD STA Tebo dr Oktavieni. Dokter itu diketahui bernama drg. Tri Widiarni, Sp.KG.
Penulis: HR Hendro Sandi | Editor: Rahimin
Kabar Duka Bagi Dunia Kesehatan, Seorang Dokter di RSUD STS Tebo Meninggal Dunia Terpapar Covid-19
TRIBUNJAMBI.COM, MUARATEBO - Kabar duka datang dari dunia kesehatan. Seorang dokter di RSUD Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Tebo meninggal dunia akibat terpapar Covid-19.
Kabar ini dibenarkan Direktur utama (Dirut) RSUD STS Tebo dr Oktavieni. Dokter itu diketahui bernama drg Tri Widiarni, Sp.KG.
"Seluruh Dokter dan jajaran di RS STS Tebo sedang berduka, karena kehilangan salah satu dokter. drg Tri Widiarni, Sp.KG terinfeksi virus Covid-19," ungkapnya, Sabtu (31/7/2021).
Dijelaskannya, almarhum masuk RS Tebo karena terkonfirmasi positif Covid-19. Namun ketika di rawat, kondisinya berangsur membaik hingga ia meminta pulang.
Baru beberapa hari di rumah, kondisinya memburuk hingga di larikan ke RS Permata Hati Bungo.
Setelah mendapat perawatan di RS Permata Hati Bungo, kondisinya tidak kunjung membaik. Bahkan cenderung menurun, hingga akan dirujuk ke RS Jamil Padang.
Namun, karena kamar Isocovid di sana penuh. Terpaksa ia harus menjalani perawatan di RS Permata Hati Bungo hingga menghembuskan nafas terakhir pada Sabtu pagi 31 Juli 2021.
Diakuinya, selain terpapar Covid-19, almarhum mempunyai riwayat penyakit hypertensi dan Diabetes Melitus. Sehingga, infeksi virus korona memperburuk penyakit yang di deritanya hingga meninggal dunia.
Keseharian drg Tri Widiarni, Sp.KG merupakan orang yang loyal dengan pekerjaannya, ramah dan murah senyum. Ia sering mengatakan, jika dirinya sudah sembuh.
Sementara itu, setelah jenazah tiba dari RS Permata Hati Bungo, tidak langsung dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Dusun Sumber Anom, Desa Bedaro Rampak, Kecamatan Tebo Tengah.
Jenazah dimandikan di kamar mayat RS STS Tebo dan di sholatkan didepan kamar jenazah dengan posisi mayat berada di dalam peti, yang di balut bendera merah putih di dalam mobil jenazah.
Sedangkan sejumlah masyarakat termasuk suaminya menshalatkan.
Setelah rangkaian selesai, pihak RS STS Tebo yang didamping Sekda Tebo, Teguh Arhadi dan Dokter dan jajaran lainnya, memberikan penghormatan terakhir.
Bahkan, Dirut RS STS Tebo mengaku, almarhumah merupakan pahlawan Covid-19.(Tribunjambi/hendrosandi)
• Sehari 3 Warga Tanjab Timur Meninggal Akibat Covid-19
• Hasil Badminton Anthony Ginting Vs Chen Long di Olimpiade Tokyo 2020, Wakil Tiongkok Melaku ke Final
• 571 Warga di Dua Desa di Batanghari Tak Tersentuh Air Bersih Padahal Sudah Ada Pemasangan SR