Berita Nasional

PENGAMAT Sebut Kabinet Jokowi Tak Kompak Tangani Covid-19, Tergelitik dengan Beda Suara Akhir PPKM

Bahkan dalam penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia, kabinet Presiden Joko Widodo dianggap oleh pengamat tidak kompak hingga jadi sorotan luar

Editor: Andreas Eko Prasetyo
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ilustrasi -- Kabinet Presiden Joko Widodo didampingi Wapres Maruf Amin mengenalkan jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju di tangga beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10/2019). 

Namun, Jokowi turut menyebut, Indonesia tidak bisa melakukan lockdown atau penutupan wilayah secara total seperti negara lain.

"Sekali lagi kita ini selalu yang kita jalankan sisi kesehatannya bisa kita tangani, tetapi sisi ekonominya juga pelan-pelan kita jalankan."

"Nggak bisa kita tutup seperti negara lain, lockdown. Lockdown itu artinya ditutup total," sambungnya.

Alasannya, banyak masyarakat yang juga menjerit kala pembatasan dilakukan, seperti saat PPKM Darurat di Jawa dan Bali pada awal Juli 2021 lalu.

Untuk itu, Jokowi pun menyebut lockdown total pun belum tentu bisa membuat permasalahan pandemi Covid-19 ini selesai.

"Kemarin yang namanya PPKM Darurat itu kan namanya semi-lockdown. Itu masih semi saja sudah, saya masuk ke kampung, saya masuk ke daerah, semuanya menjerit, minta untuk dibuka."

Baca juga: Siapa Sebenarnya Ashar Al Ghifari, Sampai Presiden Jokowi Beri Hadiah Tabungan

Baca juga: Outlet Kuliner ini Berikan Menu Gratis Untuk yang Sudah Vaksin, Berlokasi di Simpang Talang Banjar

"Saya rasa Bapak-Ibu juga sama, mengalami yang sama," ujar Jokowi.

"Kalau lockdown, bisa kita bayangkan dan belum bisa menjamin juga dengan lockdown itu masalah (pandemi Covid-19, red) selesai," pungkasnya.

(*)

Berita lainnya seputar penanganan Covid-19

SUMBER: TRIBUN KALTIM

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved