Covid Varian Delta di Jambi

Virus Corona Varian Delta Terkonfirmasi di Jambi, Ini Bahaya Varian Delta

Varian delta terkonfirmasi di Jambi, Pasien yang terkonfirmasi virus corona varian delta AY.1 dua orang dan AY.3 lima orang.

Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Nurlailis
tribunjambi/mareza sutan
Juru bicara Satgas Covid-19 Provinsi Jambi Johansyah dan Penanggung jawab tes PCR RSUD Raden Mattaher, Dr Sotianingsih. 

Semua virus itu disebut bermutasi terus-menerus.

Beberapa bahkan dari perubahan itu membuat virus yang lebih baik dalam menginfeksi sel, atau lebih baik dalam bereplikasi, sementara yang lain memiliki sedikit efek atau bahkan berbahaya bagi virus.

Balloux turut mengatakan, hingga saat ini, ada sekitar 160 jenis virus corona yang diurutkan secara global.

Ada pula juga varian Delta plus lainnya dengan mutasi lain, sebut Pemerintah India pada Rabu lalu.

Namun, varian AY.1 adalah yang paling terkenal.

Maria Van Kerkhove, Pimpinan Teknis Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Covid-19 menambahkan, tim WHO sedang melihat mutasi spesifik ini dan apa artinya ini dalam hal penularan, dalam hal tingkat keparahan. "Dan ini sangat penting apa artinya dalam hal kami melakukan tindakan medis," ujarnya.

Sementara itu, dari varian Delta reguler, juga dikenal sebagai strain B.1.617.2, kini telah menyebar dengan cepat.

Ini telah pula dilaporkan di lusinan negara, dan 40% hingga 60% lebih mudah menular daripada varian Alpha yang pertama kali diidentifikasi di Inggris.

Baca juga: Virus Corona Varian Delta Sudah Masuk Ke Jambi, Segera ke Dokter Jika Mengalami Gejala Ini

Apakah Delta Plus lebih menular atau mematikan?

Menurut badan pengurutan genom Covid-19 pemerintah India, varian Delta Plus ini menunjukkan beberapa sifat yang sangat mengkhawatirkan seperti peningkatan penularan, pengikatan yang lebih kuat pada reseptor sel paru-paru, dan potensi pengurangan respons antibodi.

Belum jelas pula apa efek mutasi pada kemanjuran vaksin.

Tetapi Julian Tang, profesor ilmu pernapasan di University of Leicester turut mengingatkan, itu berpotensi memberikan varian sifat lolos vaksin yang signifikan.

Sebagian besar vaksin virus corona ini dirancang untuk melatih tubuh mengenali lonjakan protein, atau bagiannya.

Namun, belum ada cukup bukti untuk bisa menentukan sesuatu secara meyakinkan dan para ahli lain telah menyatakan kehati-hatian.

Untuk saat ini, para ahli pun sebagian besar memperingatkan kepada masyarakat dan pemerintah untuk tetap waspada tetapi tenang.

Van Kerkhove dari WHO mengatakan, WHO melacak Delta Plus untuk menentukan tingkat penularan dan tingkat keparahannya.

Artikel ini telah tayang di Kontan

Berita lain terkait Covid Varian Delta di Jambi

Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved