Berita Internasional
INI Penampakan Pesawat Kiamat Baru Rusia yang Disiapkan Untuk Hadapi Perang Nuklir
Menjadi satu diantara negara besar di dunia. Rusia pun turut mempersiapkan unit pesawat anti kiamat.
TRIBUNJAMBI.COM, MOSKOW - Menjadi satu diantara negara besar di dunia. Rusia pun turut mempersiapkan unit pesawat anti kiamat.
Pesawat itu dirancang khusus untuk bisa melindungi pemimpin negara dan juga para pejabat penting lainnya dalam kondisi keamanan yang bisa mendadak kacau.
Seperti yang dilansir dari Sputnik News, saat ini Rusia juga telah memulai pembuatan pesawat komando dan juga kontrol jenis baru yang akan digunakan bila saja terjadi perang nuklir.
Baca juga: Pentagon AS Dibuat Khawatir Atas Aksi Rusia yang Luncurkan Rudal Hipersonik Tsirkon
Baca juga: Rusia Siap Pasok 11 Jet Tempur Sukhoi S-35 ke Indonesia
Baca juga: Pernyataan Mengejutkan Kepala Intelijen Inggris, Sebut Hati-hati terhadap agen Rusia dan China
"Angkatan Udara Rusia akan menerima dua pos komando udara dengan model dasar Il-96-400M. Satu sedang dibangun," ujar sumber anonim kepada Sputnik News.
Seri ketiga dari pesawat jenis ini juga kemungkinan akan segera dipesan di masa mendatang.
Diketahui, model pesawat anti bencana baru ini juga disebut Zveno-3C, dan telah diproyeksikan untuk bisa menggantikan seri sebelumnya yang bernama Ilyushin Il-80 alias pesawat "Kiamat".
Pesawat-pesawat perlindungan ini sudah mulai dikembangkan pada akhir 1980-an dengan pula menggunakan model Ilyushin Il-86 sebagai dasarnya.
Pesawat perlindungan ini pun diperkenalkan ke publik untuk pertama kalinya pada 1992.
Seperti mengutip Sputnik News, saat ini tiga dari empat Il-80 yang dibangun akan tetap beroperasi, dan mereka pun yang berbasis di Pangkalan Udara Chkalovsky di luar Moskow.
Mampu menahan serangan rudal
Kemampuan mumpuni dari pesawat model baru yang berbasis Ilyushin Il-96-400M ini. Pada dasarnya adalah pesawat berbadan lebar dengan empat mesin yang juga dibangun oleh Voronezh Aircraft Production Association, anak perusahaan United Aircraft Corporation.
Il-96-400M ini diproyeksikan menjadi calon pesawat jet jarak jauh yang akan dijual secara komersial pula untuk membantu negara memulihkan sektor manufaktur pesawat dan secara bertahap mengurangi pangsa pasar Boeing dan Airbus.
Usai masuk ke dalam proyek Zveno-3C, pesawat ini juga akan mengalami serangkaian perombakan agar bisa menyesuaikan diri dalam keadaan genting. Mulai dari serangan rudal hingga ledakan nuklir.
Baca juga: Galang Hendra Pratama Siap Lebih Baik di Seri Czech World Supersport 2021
Baca juga: INI Dia Aturan Baru Untuk Perjalanan Transportasi Darat, Laut dan Udara di Wilayah PPKM Level 1-4
Baca juga: Sinergi Telkomsel dan Gojek Terus Perkuat Produktivitas Mitra UMKM Hadapi Pandemi
Zveno-3C juga akan dapat mengisi bahan bakar secara langsung di udara dengan bantuan pesawat tanker, dan juga akan menampilkan sistem radio canggih yang memungkinkan mereka mengirimkan pesanan ke penerbangan strategis.
Kemampuan dari pengiriman pesannya dirancang untuk dapat menjangkau unit lain dalam radius hingga 6.000 km, termasuk kapal selam bertenaga nuklir yang ada di bawah laut.