Kopassus

SPR-2 Jadi Senapan Runduk Andalan Kopassus yang Diproduksi PT Pindad, Intip Kehebatannya

Senapan yang digunakan oleh para penembak jitu atau sniper ini bahkan membuat begidik negara-negara lain karena kehebatannya.

Editor: Andreas Eko Prasetyo
TRIBUNNEWS/GITA IRAWAN
(Ilustrasi) Senapan Sniper SPR-2 karya anak bangsa begitu diakui oleh dunia 

Namun, tak bisa dipungkiri bahwa kehadiran penembak-penembak jitu (sniper) mampu mengubah arah sebuah pertempuran.

Sosok sniper pun sering kali menjadi inspirasi Hollywood yang mengangkatnya dalam film layar lebar.

Mulai dari The Sniper (1952) yang masih hitam putih sampai American Sniper (2014) yang berangkat dari kisah nyata.

Istilah sniper sendiri bermula dari kata snipe, burung kecil berbulu cokelat dengan bintik aneka warna di tubuhnya yang ada di daratan India.

Burung ini sangat lincah, gesit, sehingga sulit ditangkap atau ditembak.

Baca juga: BUKTI Kopassus Jadi Lawan Berat Tentara Asing, Video Baret Merah Duel Sama Tentara Singapura Viral

Baca juga: CERITA Pasukan Kopassus Diperintah Soeharto Untuk Jaga Presiden Filipina dari Upaya Kudeta Musuh

Baca juga: LEGENDA Kopassus Ini Buat Syok Mantan Sniper SAS Inggris yang Dulu Nyaris Akan Menembak Kepalanya

Saking sukarnya untuk ditembak, sejak 1770-an, kalangan prajurit kolonial Inggris di India menganggap bahwa orang yang berhasil menembak jatuh burung itu berhak mendapat julukan “sniper”. Alias ahli menembak.

Istilah sniper lantas berkembang untuk menjelaskan seseorang yang pandai dalam melakukan pembunuhan menggunakan senapan laras panjang.

Yakni, merujuk pada seorang prajurit tempur yang bertugas untuk membidik dan menumbangkan targetnya dari jarak jauh.

Kalau di Indonesia dikenal sebagai penembak runduk.

Nah, dalam pembuatan SPR, sejak tahun 2007, Indonesia sudah mampu memproduksi sendiri SPR dengan peluru yang bisa menembus kendaraan tempur berlapis baja, seperti tank.

Kemudian pada 2014, SPR 2 disempurnakan menjadi SPR 2 yang semakin canggih.

Tak hanya bisa menembus lapisan baja, tapi juga memiliki peledak di balik amunisinya.

"Tapi ledakan itu hanya untuk membunuh musuh, bukan menghancurkan kendaraannya, ya,” kata Silmy Karim, Direktur Utama PT Pindad (Perindustrian Angkatan Darat).

Spesifikasi SPR 2 Panjang senapan 1.755 mm, Berat keseluruhan 19,5 kg, Panjang barel (laras) 1.055 mm.

Rifling atau alur spiral berulir pada bagian dalam laras senjata ini ialah delapan grooves, RH 381 mm (15”) twist.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved