Breaking News:

Kasus Corona di Batanghari

Kasus Covid-19 di Batanghari Melonjak, Dua Kecamatan Ini Sumbang Kasus Tertinggi

Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Batanghari melonjak tajam 10 hari terakhir, jumlahnya 361 kasus.

Penulis: A Musawira | Editor: Teguh Suprayitno
Stocktrek Images/Getty Images
Ilustrasi Virus Corona 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN- Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Batanghari melonjak tajam 10 hari terakhir.

Sepuluh hari terakhir terjadi penambahan sebanyak 361 kasus.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Batanghari, dr Elfi Yennie mengakui terjadi lonjakan kasus positif 10 hari terakhir.

Tercatat mulai 12-22 Juli 2021 terjadi peningkatan kasus positif sekira 361 kasus.

“Puncaknya terjadi pada 18 Juli ada sekira 156 kasus positif pada hari itu dan ini tidak diimbangi dengan angka kesembuhan yang hanya 53 orang, sementara angka kematian sedikit menurun dalam 10 hari terakhir ada 4 orang alami kematian,” ujar dr Elfi Yennie selaku Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Batanghari, Jumat (23/7/2021).

Kata dr Elfi, kenaikan kasus positif Covid-19 paling tinggi di Kecamatan Batin XXIV dan Bajubang.

"Kasus yang tinggi 10 hari belakangan ini terdapat pada usia produktif dan didominasi dua kecamatan, yakni Batin XXIV dan Bajubang, ada beberapa desa yang memang terdapat klaster," katanya.

Dia membeberkan Kecamatan Batin XXIV ada Desa Terentang Baru, Jangga Baru, Mata Gual, Bulian Baru dan Desa Jelutih sementara di Bajubang ada Desa Penerokan, Desa Ladang Peris dan Kelurahan Bajubang yang terdapat klaster penularan Covid-19.

"Dua kecamatan ini Penyumbang kasus terbanyak dalam 10 hari terakhir, kita sudah lakukan berbagai upaya untuk menekan penularan di lapangan dengan cara mengawasi betul-betul semua pasien yang melakukan isolasi mandiri," katanya.

dr Elfi juga mengatakan, setiap kasus positif yang timbul pihaknya selalu lakukan pelacakan kontak dan itu langsung didapatkan pasien kontak erat dan secepatnya dilakukan testing.

"BOR rumah sakit atau tingkat keterisian tempat tidur isolasi Covid-19 di RSUD Hamba Muara Bulian cukup baik, artinya masih dibawah 50 persen dalam rata-rata dengan kapasitas 90 tempat tidur," katanya.

Batanghari saat ini dinilai berada pada zona oranye dengan skor 1.92, diharapkan dengan meningkatkan tracing, testing dan tak kalah penting peningkatan disiplin protokol kesehatan dari masyarakat serta mengoptimalkan kembali PPKM skala mikro secara bertahap risiko-risiko yang ada bisa menurun.

Baca juga: 70 Ribu Masyarakat Batanghari Sudah Divaksin Covid-19 atau 30 Persen dari Target

Baca juga: Pemkab Bungo Siapkan Lahan 2 Ha untuk Pemakaman Pasien Covid-19

Baca juga: PT WKS Siap Menyuplai Oksigen 3 Ton Perhari Secara Geratis Kepada RS dan Masyarakat di Jambi

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved