Ilmu dan Pengetahuan

Begini Proses Terjadinya Hujan dan Sifat Hujan

Berita Jambi, begini proses terjadinya hujan dan sifat hujan yang perlu kamu ketahui

Editor: Fitri Amalia
TRIBUNJAMBI/RIAN
Ilustrasi anak belajar di rumah 

TRIBUNJAMBI.COM -  Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), hujan merupakan titik-titik air yang berjatuhan dari udara karena proses pendinginan.

Hujan bisa dikatakan sebagai tetesan air yang jatuh dari awan.

Lalu bagaimana proses terjadinya hujan?

Mengutip dari YouTube Kompas.com Reporter on Location, hujan jatuh ke bumi dikarenakan awan terisi penuh dengan embun yang menjadi air.

Poses terjadinya hujan dimulai dari sinar matahari yang panas menyebabkan adanya proses evaporasi.

Ilustrasi hujan lebat
Ilustrasi hujan lebat (Pixabay)

Pengertian evaporasi yakni proses perubahan molekul zat cair menjadi gas atau uap air.

Air yang berada di bumi baik itu di laut, sungai, serta sumber air lainnya akan mengalami penguapan.

Hasil uap tersebut akan naik dan mengalami proses kondensasi.

Dalam ilmu fisika, kondensasi yakni perubahan uap air atau benda gas menjadi benda cair pada suhu udara di bawah titik embun.

Dalam proses tersebut, uap air dari sumber air itu berubah menjadi embun.

Titik embun air terbentuk karena suhu sekitar awan lebih rendah dari panas matahari.

Suhu udara yang semakin tinggi membuat titik-titik embun semakin banyak dan memadat, kemudian membentuk awan.

Angin kemudian membawa awan yang berisi butir-butir air menuju lokasi yang suhunya lebih rendah.

Awan yang mengandung titik embun air kemudian berkumpul dan membentuk sebuah awan besar.

Ini membuat warna awan menjadi kelabu karena banyak partikel yang dibawa.

Ketika kondisi awan sudah jenuh atau sudah tidak sanggup lagi menampung air, butir-butir air akan tertarik oleh adanya gaya gravitasi yang membuat turun hujan.

Baca juga: Bagaimana Cara Menghemat Energi Listrik?

Baca juga: Mengenal Cuaca dan Perbedaannya Dengan Iklim dan Musim

Sifat Hujan

Mengutip laman Kementerian Pertanian, sifat hujan yakni perbandingan antara jumlah curah hujan selama rentang waktu yang ditetapkan dengan jumlah curah hujan normalnya.

Rentang waktu yang ditetapkan, yakni satu periode musim hujan atau satu periode musim kemarau atau satu bulanan atau satu dasarian.

Jumlah curah hujan ditentukan dari rata-rata selama 30 tahun.

Saat ini, rata-rata curah hujan yang digunakan sebagai dasar penentuan curah hujan normal, adalah nilai-nilai curah hujan selama periode tahun 1981-2010.

Sifat hujan dibagi menjadi 3 (tiga) katagori:

1 Atas Normal (AN), jika nilai curah hujan lebih dari 115% terhadap rata-ratanya.

2. Normal (N), jika nilai curah hujan antara 85%--115% terhadap rata-ratanya,

3. Bawah Normal (BN), jika nilai curah hujan kurang dari 85% terhadap rata-ratanya.

(Tribunnews.com/Fajar)

Jawaban di atas dapat digunakan oleh orang tua untuk memandu proses belajar anak di rumah.

Jawaban bisa berbeda sesuai pendapat dan tidak terpaku seperti jawaban di atas.

Ikuti Artikel Terkait Lainnya

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com, https://m.tribunnews.com/amp/pendidikan/2021/01/22/bagaimana-hujan-terjadi-simak-proses-terjadinya-hujan-serta-penjelasan-lengkapnya?page=all

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved