Breaking News:

Salat Iduk Adha di Sarolangun

Salat Ied di Kabupaten Sarolangun Saat Pandemi Covid-19 Diperbolehkan, Syaratnya Harus Ini

Berita Sarolangun - mengatakan, pihaknya sudah menerima surat edaran dari Menteri Agama nomor 15 tahun 2021 tentang pelaksanaan Salat Idul Adha Adh

Penulis: Rifani Halim | Editor: Rahimin
tribunjambi/rifani halim
Kepala Kemenag Sarolangun, Syatar. Salat Ied di Kabupaten Sarolangun Saat Pandemi Covid-19 Diperbolehkan, Syaratnya Harus Ini 

Salat Ied di Kabupaten Sarolangun Saat Pandemi Covid-19 Diperbolehkan, Syaratnya Harus Ini

TRIBUNJAMBI.COM, AROLANGUN - Salat Ied dan pemotongan hewan kurban di Kabupaten Sarolangun saat pandemi Covid-19 ini dibolehkan. Namun, tetap menggikuti imbauan dari Pemerintah Kabupaten Sarolangun.

Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Sarolangun M Syatar mengatakan, pihaknya sudah menerima surat edaran dari Menteri Agama nomor 15 tahun 2021 tentang pedoman pelaksanaan Salat Idul Adha dan pemotongan hewan kurban

Katanya, untuk wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ataupun zona merah, pelaksanaan Salat Idul Adha tidak boleh dilaksanakan di tempat ibadah, begitu juga pemotongan hewan qurban dilarang untuk menimbulkan keramaian.

"Tapi kalau kita yang masih di zona kuning masih diperbolehkan melaksanakan di mesjid ataupun musala seperti kita di Sarolangun masih diperbolehkan," katanya, Jum'at (16/7/2021).

Meskipun tetap diperbolehkan untuk melaksanakan Salat Ied di mesjid, Syatar bilang tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat dengan pembatasan kapasitas mesjid sebanyak 50 persen.

Serta melaksanakan protokol kesehatan seperti pakai masker, cuci tangan, jaga jarak dan khutbah idul adha dipersingkat dengan durasi 15 menit.

Sedangkan pemotongan hewan kurban juga masih diperbolehkan. Namun, dianjurkan kepada panitia bahwa pemotongan hewan itu dilakukan rumah pemotongan hewan dan jika tidak memungkinkan tetap mematuhi protokol kesehatan.

"Untuk pendistribusian daging hewan qurban, dianjurkan memang panitia meminimalisir masyarakat untuk tidak berkerumun. Kalau bisa panitia yang berjalan untuk mendistribusikan daging ke masyarakat," katanya.

Syatar meminta kepada semua elemen masyarakat untuk sama-sama mengerti kondisi sekarang yang masih dalam keadaan wabah pandemo virus Corona. Maka dari itu, pihaknya juga mengajak Majlis Ulama Indonesia (MUI) Cabang Sarolangun untuk sama-sama mensosialisasikan ini kepada masyarakat.

Menjelang Hari Raya Idul Adha, Disbunnak Muarojambi Mulai Cek Kesehatan Hewan Kurban

Baca juga: Kuasa Hukum Tak Terima PP Divonis 9 Bulan Penjara, Sebut Gisel Penyebar Video Asusila Pertama

Baca juga: Bacaan Sholawat Nabi yang Ringkas dan Mudah Diamalkan, Bisa Memperoleh Keselamatan Dunia dan Akhirat

"Masyarakat untuk mengerti dengan kondisi pandemo yang semakin hari semakin meningkat jumlah orang yang tertular virus Corona ini. kita memang untuk sudah sosialisasikan ke seluruh kua dan juga penyuluh agama yang ada untuk mensosialisasikan surat edaran itu ke tengah masyarakat terkait pelaksanaan sholat idul adha dan pelaksanaan ibadah qurban. Kita juga Minta MUI untuk mendukung dan ikut mensosialisasikan ketentuan pelaksanaan sholat idul adha dan ibadah qurban," pungkasnya.
(Tribunjambi.com/rifani halim)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved