Breaking News:

Kasus Ilegal Drilling di Jambi

Polda Jambi Tetapkan 10 Tersangka Kasus Ilegal Drilling di Mandiangin, Satu Pemodal Dalam Pengejaran

Berita Kriminal - 10 orang sebagai tersangka dari 17 orang yang diamankan atas kasus pengeboran minyak ilegal di kawasan IUPHHK-HK

Penulis: Aryo Tondang | Editor: Rahimin
tribunjambi/aryo tondang
17 orang pelaku ilegal drilling (pengeboran minyak ilegal) berhasil diringkus tim gabungan Polda Jambi. Polda Jambi Tetapkan 10 Tersangka Kasus Ilegal Drilling di Mandiangin, Satu Pemodal Dalam Pengejaran 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI -  Ditreskrimsus Polda Jambi akhirnya tetapkan 10 orang sebagai tersangka dari 17 orang yang diamankan atas kasus pengeboran minyak ilegal di kawasan IUPHHK-HKI, PT Agronusa Alam Sejahtera (PT. AAS) di Desa Jatibaru, Mandiangin, Sarolangun, Selasa (13/7/2021) lalu.

Wadirreskrimsus Polda Jambi, AKBP M Santoso mengatakan, untuk 7 orang lainnya, yang diamankan saat operasi berlangsung, telah dipulangkan, lantaran tidak terbukti terlibat dalam aktifitas Ilegal Driling tersebut.

"7 orang kita pulangkan, karena tidak terbukti terlibat," kata Santoso, Jumat (16/7/2021) pagi.

Kata Santoso, 10 orang yang saat ini resmi menjadi tersangka memiliki peran yang berbeda, untuk tersangka atas nama Ahmad Murisa, Ahamd Rivai, Randa Afrizon, Medi Guntama, dan tersangka Fauzi Iqbal berperan sebagai orang yang mengajak melakukan pengeboran.

Kemudian,  tersangka Faizal, Angga Saputra, Willy Feriansyah, Aswandi dan tersangka Lukman berperan sebagai pekerja yang melakukan pengeboran yang sudah lebih awal berada di lokasi.

Santoso menegaskan, tidak ada keterlibatan oknum aparat dalam aktifitas Ilegal Driling tersebut.

Saat ini pihaknya tengah mendalami satu orang yang diduga sebagai pemodal dari aktivitas tersebut.

"Saat ini kita sedang dalami, dan ada satu orang yang kita duga sebagai pemodal," bilangnya.

Dalam setiap satu titik sumur, kata Santoso, para pelaku membutuhkan modal atau biaya operasional sebesar Rp 40 sampai Rp 60 juta, dan para pelaku diperkirakan sudah 3 bulan berada di lokasi tersebut.

Diperkirakan, aktifitas Ilegal Driling tersebut memakan lahan sekira 16 hektare.

Dalam operasi yang berlangsung selama dua hari, yakni pada hari Selasa 13 Juli dan Rabu 14 Juli, petugas berhasil menutup 29 sumur minyak ilegal, menyita 6 unit mesin rig, 36 bak seller penampung minyak bumi, serta menghancurkan 12 unit pondok tempat istirihat para pelaku menggunakan alat berat.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini 10 tersangka dijerat dengan pasal 80 Undang-undang nomor 18 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan pengrusakan hutan.(tribunjambi/aryo tondang)

17 Orang Pelaku Ilegal Drilling di Mandiangin Diringkus Polisi, Rata-rata Warga Sumatera Selatan

Baca juga: Terapi Cuci Hidung Ternyata Ampuh untuk Membersihkan Virus, Gunakan Cairan NaCl Bukan Larutan Garam

Baca juga: Resmob Polda Jambi dan Jatanras Polda Sumsel Ungkap Sindikat Pencurian Komponen Alat Berat di Jambi

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved