Kasus Kematian di DKI Jakarta Akibat Covid-19 Buat Miris, Wagub DKI Lihat Tujuh Ambulans Berjejer
Kasus kematian di DKI Jakarta semakin tinggi seiring meningkatnya kasus positif Covid-19.
"Meninggal itu hari Senin jam 09.30 di rumah sakit. Namanya di rumah sakit saat itu kondisi semua sibuk, suster cuma bilang, 'Tunggu ya, antre untuk pemakaman dapat nomor urut 220'," kata Azwar.
"Cuma kami enggak dikasih tahu persoalannya apa, apakah proses pemakamannya di TPU Rorotan yang antre atau ambulansnya yang kosong," ia menambahkan.
Meski harus mengantre, Azwar mengatakan pihak keluarga bisa mengerti dengan kondisi tersebut. Karena saat ini pandemi Covid-19 di Jakarta mengalami gelombang yang sangat tinggi.
DKI Jakarta mencatat 839 pasien Covid-19 meninggal dunia dalam dua pekan terakhir.
Jumlah tersebut belum termasuk jenazah probabel, atau orang meninggal yang dimakamkan dengan protokol Covid-19.
Berikut angka kematian pasien Covid-19 dalam dua pekan terakhir:
22 Juni: bertambah 38, total meninggal 8.014
23 Juni: bertambah 43, total meninggal 8.057
24 Juni: bertambah 50, total meninggal 8.107
25 Juni: bertambah 70, total meninggal 8.177
Baca juga: Tak Hanya Varian Delta, Kemenkes Temukan Virus Corona Varian Kappa di DKI Jakarta
26 Juni: bertambah 43, total meninggal 8.220
27 Juni: bertambah 49, total meninggal 8.269
28 Juni: bertambah 79, total meninggal 8.348
29 Juni: bertambah 78, total meninggal 8.426
30 Juni: bertambah 60, total meninggal 8.486
1 Juli: bertambah 42, total meninggal 8,528
2 Juli: bertambah 19, total meninggal 8,547
3 Juli: bertambah 30, total meninggal 8577
4 Juli: bertambah 75, total meninggal 8,652
5 Juli: bertambah 127, total meninggal 8,779
6 Juli: bertambah 82, total meninggal 8.861