Kasus Kematian di DKI Jakarta Akibat Covid-19 Buat Miris, Wagub DKI Lihat Tujuh Ambulans Berjejer

Kasus kematian di DKI Jakarta semakin tinggi seiring meningkatnya kasus positif Covid-19.

Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Petugas pemakaman membawa peti jenazah pasien COVID-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta. 

Kematian Akibat Corona Tinggi, Pemakaman Jenazah Covid-19 di Jakarta Sampai Antre, Wagub DKI: Tujuh Ambulans Berjejer

TRIBUNJAMBI.COM-Kasus kematian di DKI Jakarta semakin tinggi seiring meningkatnya kasus positif Covid-19.

Bahkan pemakaman jenazah pasien positif Covid di lokasin pemakaman antre.

Hal itu terlihat saat Wakil Gubernur DKI Jakarta meninjau suasana pemakaman jenazah pasien Covid-19 di Rorotan, Cilincing, Jakarta Timur.

Kata Riza, antrean mobil ambulans pengantar jenazah mengantre menunggu giliran di pemakaman seluas tiga hektare itu.

"Hari ini kami melihat sekitar tujuh ambulans berjejer mengantar jenazah, ada petugas yang menulis nama-nama saudara kita di kayu nisan, terdengar suara azan, tangisan dan wajah-wajah berbalut kesedihan," ujarnya dalam akun instagramnya @arizapatria, Selasa (6/7/2021).

Ariza mengatakan suasana duka di TPU tersebut bisa terlihat jelas dari raut wajah keluarga yang ikut mengantar jenazah dari jarak jauh.

Riza mengatakan duka itu merupakan duka seluruh warga DKI Jakarta.

"Duka mendalam kita semua. Semoga warga yang meninggal dunia mendapatkan tempat paling mulia di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan para keluarga diberikan kesabaran," katanya.

Politisi Gerindra itu juga mengucapkan rasa terima kasih kepada petugas pemakaman yang bersusah payah menyiapkan tempat peristirahatan terakhir untuk jenazah pasien Covid-19.

"Mereka semua pahlawan kita, berkeringat deras siang dan malam karena meningkatnya jumlah pemakaman," kata Riza.

Baca juga: Ini Skenario Paling Buruk Pemerintah jika Kasus Covid-19 Harian Tembus 40.000

Sudah lama terjadi antrean

Antrean jenazah dengan pemakaman protokol Covid-19 sebetulnya sudah sejak jauh hari terjadi.

Azwar seorang warga Jakarta mengaku kerabatnya yang meninggal pada Senin (28/6/2021) harus mengantre untuk dimakamkan.

Jenazah harus menunggu selama sehari sebelum dimakamkan.

"Meninggal itu hari Senin jam 09.30 di rumah sakit. Namanya di rumah sakit saat itu kondisi semua sibuk, suster cuma bilang, 'Tunggu ya, antre untuk pemakaman dapat nomor urut 220'," kata Azwar.

"Cuma kami enggak dikasih tahu persoalannya apa, apakah proses pemakamannya di TPU Rorotan yang antre atau ambulansnya yang kosong," ia menambahkan.

Meski harus mengantre, Azwar mengatakan pihak keluarga bisa mengerti dengan kondisi tersebut. Karena saat ini pandemi Covid-19 di Jakarta mengalami gelombang yang sangat tinggi.

DKI Jakarta mencatat 839 pasien Covid-19 meninggal dunia dalam dua pekan terakhir.

Jumlah tersebut belum termasuk jenazah probabel, atau orang meninggal yang dimakamkan dengan protokol Covid-19.

Berikut angka kematian pasien Covid-19 dalam dua pekan terakhir:

22 Juni: bertambah 38, total meninggal 8.014

23 Juni: bertambah 43, total meninggal 8.057

24 Juni: bertambah 50, total meninggal 8.107

25 Juni: bertambah 70, total meninggal 8.177

Baca juga: Tak Hanya Varian Delta, Kemenkes Temukan Virus Corona Varian Kappa di DKI Jakarta

26 Juni: bertambah 43, total meninggal 8.220

27 Juni: bertambah 49, total meninggal 8.269

28 Juni: bertambah 79, total meninggal 8.348

29 Juni: bertambah 78, total meninggal 8.426

30 Juni: bertambah 60, total meninggal 8.486

1 Juli: bertambah 42, total meninggal 8,528

2 Juli: bertambah 19, total meninggal 8,547

3 Juli: bertambah 30, total meninggal 8577

4 Juli: bertambah 75, total meninggal 8,652

5 Juli: bertambah 127, total meninggal 8,779

6 Juli: bertambah 82, total meninggal 8.861

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved