Berita Internasional

Filipina Sampai Kerahkan 81 Wanita Untuk Cegah Perang dengan China, Mereka Dijuluki Malaikat Laut

Dari itu, Filipina pun melalui penjaga Pantai Filipina baru-baru ini membentuk 'The Angels of the Sea' atau 'Malaikat Laut'.

Editor: Andreas Eko Prasetyo
Xinhua
China disebut sengaja provokasi Filipina lewat tantangan di saluran radio penjaga pantai 

TRIBUNJAMBI.COM - Filipina semakin waspada dengan gangguan dari kapal-kapal China, baik kapal nelayan maupun kapal militernya.

Dari itu, Filipina pun melalui penjaga Pantai Filipina baru-baru ini membentuk 'The Angels of the Sea' atau 'Malaikat Laut'.

Malaikat laut pun merupakan sebuah tim yang terdiri dari 81 operator radio wanita.

Dilansir dari express.co.uk, Selasa (6/7/2021) pihak berwenang percaya bahwa kapal-kapal dari China yang masuk tanpa izin di perairan Filipina kemungkinan besar akan mendengarkan suara-suara wanita yang mengungkapkan “otoritas istri atau ibu”.

Menjelaskan soal kebijakan aneh itu, Wakil Laksamana Leopoldo Laroya pun turut mengklaim unit baru akan dapat menolak kapal yang masuk tanpa meningkatkan konflik.

Sebuah kapal penjaga pantai China mencoba menghalangi sebuah kapal AL Filipina di Laut China Selatan. 
Sebuah kapal penjaga pantai China mencoba menghalangi sebuah kapal AL Filipina di Laut China Selatan.  (Bullit Marquez/AP  )

“Kami menyadari pentingnya unik yang berkembang untuk memiliki operator radio wanita di atas kapal PCG dan unit berbasis pantai, terutama dalam berkomunikasi dengan kapal asing, agar tidak meningkatkan ketegangan," ujar dia.

“Kami ingin Malaikat Laut kami menjadi suara kedamaian dan ketertiban berbasis aturan di laut, terutama di perbatasan maritim sensitif negara kami.”

Seperti kata seorang petugas penjaga pantai yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada The Philippine Star bahwa suara para wanita itu dapat pula meredakan ketegangan konflik Luat China Selatan.

“Mendengar suara wanita di ujung lain jalur komunikasi dapat membantu meredakan ketegangan dengan kapal asing," ujarnya.

“PCG percaya bahwa melatih personel penjaga pantai perempuan sebagai operator radio akan membantu menjaga perdamaian di perairan yang diperebutkan.”

Operator pantai Gretch Mary Acuario turut mengatakan kepada The Times bahwa dia juga menyiarkan peringatan kepada tujuh kapal China di dekat Sabina Shoal.

Baca juga: Ayu Ting Ting Blak-blakan Alasannya Susah Mendapat Jodoh, Singgung Soal Kriteria Orangtua

Baca juga: Soal Materi Tes CPNS dan Kisi-kisi Materi Tes CPNS 2021, Bahan Belajar Sebelum Ikut Seleksi

Baca juga: 3 Zodiak Kurang Beruntung Rabu 7 Juli 2021, Pisces Penuh Perhitungan dan Berhati-hati

“Kapal asing tak dikenal di Sabina Shoal, ini adalah penjaga pantai Filipina," ungkap operator pantai tersebut.

“Anda berada di dalam zona ekonomi eksklusif Filipina... Anda diminta untuk memberikan hal-hal berikut: nama kapal, tujuan, pelabuhan panggilan terakhir dan selanjutnya.”

Menurut operator, kapal-kapal China itu kemudian segera pindah.

Kapal Perusak Nanning milik China yang baru bergabung dengan armada perangnya
Kapal Perusak Nanning milik China yang baru bergabung dengan armada perangnya (Via inf.news/)

Laksamana Muda Ronnie Gil Gavan, yang pula merancang ide unit baru mengatakan, suara perempuan memiliki kualitas “keibuan” dan mengekspresikan “kewibawaan istri atau ibu yang meliputi budaya Asia”.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved