Breaking News:

Kasus Kekerasan

Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Kabupaten Sarolangun Meningkat, Ini Penyebabnya

Berita Sarolangun - Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Sarolangun meningkat.

Penulis: Rifani Halim | Editor: Rahimin
TRIBUNJAMBI/RIFANI HALIM
AKBP Sugeng Wahyudiono. Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Kabupaten Sarolangun Meningkat, Ini Penyebabnya Kapolres Sarolangun 

Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Kabupaten Sarolangun Meningkat, Ini Penyebabnya

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Sarolangun meningkat.

Kapolres Sarolangun AKBP Sugeng Wahyudiyono mengatakan, sebelum Pandemi Covid-19 kasusnya hanya berkisar 6-8 perkara yang ditangani pihak kepolisian.

Sejak 2020 lalu, jumlah perkara yang ditangani oleh pihak kepolisian mencapai 15-20 perkara.

"Terkait dengan semakin banyaknya kejadian kekerasan terhadap perempuan dan anak, saya akui memang sejak pandemi covid-19 ,angka kejahatannya mengalami kenaikan yang cukup signifikan," katanya beberapa waktu lalu.

Kapolres bilang, penambahan kasus tersebut dari tahun sebelumnya melonjak hingga mencapai dua kali lipat, yang semula 6 hingga 8, kini menjadi 13 hingga 20 perkara.

Menurutnya, kenaikan jumlah kasus tersebut sejatinya dikarenakan kurangnya kewaspadaan bersama seluruh masyarakat Sarolangun yang ada dilingkungan masing-masing.

Pada dasarnya, kata kapolres, persoalan kekerasan perempuan dan anak lebih mudah diatasi jika masyarakat memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

"Kita tahu di desa itu ada perangkat desa, di kecamatan ada perangkat kecamatan, ada Polsek dan ada juga pospol. Inilah yang harusnya menjadi sahabat seluruh masyarakat. Apabila ada kejadian kekerasan terhadap perempuan dan anak, misalnya tetangga mengetahui kok tiap malam ribut, ada mendengat suara tangisan, menjerit kesakitan itu mungkin bisa melaporkan ke anggota Polri terdekat," katanya.

Jika memang ada laporan masyarakat, pihak kepolisian akan datang ke lokasi untuk memastikan apakah memang ada kejadian kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Jika memang betul adanya pihaknya selaku aparat penegak hukum akan mengambil tindakan tegas.

"Tapi sepanjang tidak ada laporan atau tidak ada menyampaikan informasi maka kita akan selalu bertemu dengan kondisi korban yang sudah parah, secara fisik mungkin masih bisa disembuhkan tapi secara fisikis itu yang agak sulit disembuhkan," katanya.

Jika terdapat kejadian kekerasan terhadap perempuan dan anak, kapolres meminta  tokoh masyarakat setempat untuk dapat proaktif dalam menyelesaikan masalah itu secara utuh dan kekeluargaan.(tribun jambi/rifani halim)

Banyak Pembangunan Jalan di Kabupaten Tebo Belum Terealisasi, Ini Upaya Yang Dilakukan Pemkab

Aktivitas PETI di Desa Batu Kerbau Mulai Lagi Setelah Sebelumnya Setop Karena Kapolda Jambi ke Bungo

Dua Orang Anak Balita di Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi Dapat Nutrisi Tambahan

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved