Rocky Gerung Setuju dengan Pendapat Presiden Jokowi Sebut Rektor UI Harusnya Mundur: Gak Menghormati
Dari keributan kritik BEM UI the king of lip service, terungkap bahwa Rektor UI juga ternyata rangkap jabatan sebagai Wakil Komisaris Utama BRI.
"Nah ini bagian yang saya setuju dengan Presiden Jokowi, Presiden Jokowi sudah menegur Rektor UI, kalau Rektor UI punya otak dia mengundurkan diri dong, masa dia gak menghormati," kata Rocky Gerung.
Sebelumnya diberitakan, Presiden Jokowi menganggap kritik BEM UI yang menobatkannya sebagai The King of Lip Service merupakan hal yang biasa di negara demokrasi.
Jokowi mengatakan sebelum The King of Lip Service, ia juga pernah dikritik dengan sebutan lain.
"Itu kan sudah sejak lama yah, dulu ada yang bilang saya ini klamar-klemer, ada yang bilang juga saya itu planga-plongo,
kemudian ganti lagi ada yang bilang saya ini otoriter, kemudian ada juga saya ini bebek lumpuh dan baru yang ngomong bapak bipang dan terkahir ada yang menyampaikan mengenai The King of Lip Service, " kata Jokowi.
Baca juga: Raffi Ahmad Nangis saat Dengar Ceramah Soal Dosa Suami pada Istri, Ingat Dosa Masa Lalu
Jawaban Santai Presiden Jokowi Usai Dikritik Mahasiswa, Sebut Universitas Tidak Perlu Menghalangi (Youtube channel Sekretariat Presiden)
Presiden Jokowi mengatakan poster The King of Lip Service merupakan bentuk ekspresi dari mahasiswa.
Indonesia sebagai negara demokrasi, kata Jokowi, juga mengizinkan kritik.
Malahan, Jokowi meminta universitas untuk tidak menghalangi kritik dari mahasiswa.
"Saya kira ini bentuk ekspresi mahasiswa, dan ini negara demokrasi jadi kritik itu ya boleh-boleh saja,
dan universitas tidak perlu menghalangi mahasiswa untuk berkekspresi,
tapi juga ingat kita ini memiliki budaya tata krama memiliki budaya kesopan-santunan ya, saya kira biasa saja,
mungkin merek sedang belajar mengekspresikan pendapat," kata Presiden Jokowi.
Meski begitu, Jokowi menekankan bahwa yang terpenting saat ini adalah penanganan Covid-19.
"Tapi yang saat ini penting kita semua memang bersama fokus penanganang Covid-19," tutup Presiden Jokowi.