Pemerintah Diminta Hentikan Tes GeNose, Politis PDIP Ini Menentang Keras
Anggota Komisi VII DPR RI itu menilai GeNose merupakan alat tes Covid-19 yang bisa dijangkau semua masyarakat karena harganya yang terjangkau.
Terkai pemberhentian itu, Adian pun mempertanyakan alasan sejumlah pihak yang menyebut GeNose menjadi penyebab lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia.
"Itu pernyataan yang berdasarkan data, rasa atau kepentingan?," kata Adian.
Adian mengatakan, jika GeNose menjadi penyebab lonjakan Covid-19, maka harusnya itu terjadi setidaknya 1 atau 2 bulan setelah digunakan atau sekitar Maret atau April 2021. Bukan bulan Juni.
"Nah, faktanya Maret dan April justru kasus Covid Indonesia justru pada titik terendah sepanjang pandemi, landai sekali," tambah Adian.
Malahan, Adian menilai lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia terjadi karena rendahnya kedisiplinan rakyat, lemahnya kontrol aparat, serta kurang masifnya upaya pencegahan yang dilakukan pemerintah.
"Saya melihat mereka yang mengkambinghitamkan Genose tanpa data bisa jadi hanya menduga-duga. Hanya dapat dari katanya atau infonya, tanpa pegang data yang valid, atau bisa juga bagian dari kelompok yang memiliki kepentingan politik maupun bisnis," ungkapnya.
Adian mengatakan GeNose merupakan alat uji Covid-19 yang paling murah. Dengan demikian maka alat tes tersebut bisa dijangkau oleh beragam kalangan.
"Menghentikan penggunaan GeNose akan membuat kesehatan hanya menjadi milik orang-orang kaya saja yang mampu membayar mahal hanya untuk tes saja," ucap dia.
Berita ini telah tayang di Kompas.tv